
Holding migas bikin Pertamina dan PGN lebih efisien
JawaPos.com - Pakar BUMN Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menegaskan, pembentukan Holding BUMN Migas akan dapat membuat dua perusahaan menjadi lebih efisien. Salah satunya adalah penggunaan satu pipa yang dapat dipakai multi operator.
Kebijakan open access tentunya akan menghindari pemborosan dua perusahaan. Sedangkan dari segi legal, Pertamina sebagai holding BUMN Migas yang membawahi PGN dan Pertagas memiliki bargaining position yang lebih kuat, baik dari sudut finansial dan institusional.
"Dengan demikian, maka proses value creation bisa lebih cepat dilaksanakan,” kata Toto dalam keterangan resmi, di Jakarta, Rabu (4/7).
Besarnya manfaat tersebut, menurut Toto tentu sangat berarti dalam upaya meningkatkan daya saing. Apalagi selama ini, size Pertamina sebagai national oil company (NOC) relatif lebih dibandingkan NOC lain.
Bahkan dibandingkan NOC negeri jiran, yaitu Petronas, maka Pertamina juga masih relatif tertinggal, baik dari sisi in terms of asset, maupun revenue atau profit-nya. “Dengan dikonsolidasikan menjadi Holding Company Migas, maka diharapkan value creation bisa lebih cepat dilakukan sehingga size Pertamina sebagai NOC bisa lebih kompetitif,” ujarnya.
Toto sendiri menyebut, banyak benchmark di luar negeri, dimana perusahaan yang semula berdiri sendiri dan kemudian membentuk holding, ternyata bisa menjelma menjadi perusahaan yang sangat kuat. Dan itu tidak hanya terjadi di tingkat global, namun juga untuk kawasan regional.
Contoh sederhana adalah Petronas. Mereka adalah holding yang memiliki bisnis di hulu dan hilir Migas. “Sinergi bisa diciptakan karena mereja juga berfungsi sebagai regulator seperti Pertamina dulu,” kata dia.
Toto juga menepis anggapan bahwa pembentukan Holding BUMN Migas bisa memperlemah pengawasan terhadap BUMN. Apalagi, PGN merupakan perusahaan terbuka yang sejak awal sudah memiliki sisi governance yang kuat.
"Pemerintah masih bisa mengontrol lewat Pertamina, karena kepemilikan saham Pemerintah di sana adalah mayoritas . Apalagi dalam klausul take over tersebut, Pemerintah masih memiliki satu lembar saham merah putih seri A di PGN yang bisa mem-veto keputusan RUPS apabila dianggap merugikan kepentingan publik/negara,” tegas Toto.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022