
Petugas melakukan pengecekan atau quality control di Kantor PLN Pusat Sertifikasi (Pusertif) Duren Tiga, Jakarta, Rabu (22/7/2020). PLN Pusertif melakukan pengujian terhadap instalasi kelistrikan, kWh meter, dan seluruh peralatan listrik sesuai standar ya
JawaPos.com – Pelanggan golongan rendah menikmati penurunan tarif listrik adjustment mulai kemarin (1/10). PLN menetapkan harga baru yang berlaku hingga Desember. Dengan ketentuan, tarif golongan rendah turun Rp 22,3 per kWh dari Rp 1.467 per kWh turun menjadi Rp 1.444,70 per kWh.
Executive Vice President Communication and CSR PLN Agung Murdifi menuturkan, pemerintah dan PLN ingin memberikan ruang bagi pelanggan golongan rendah agar dapat lebih banyak memanfaatkan listrik untuk menunjang kegiatan ekonomi dan kegiatan keseharian.
”Listrik sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat saat ini. Seluruh aktivitas masyarakat ditopang pasokan listrik,” katanya kemarin. Tidak ada ketentuan khusus bagi pelanggan yang ingin mendapatkan harga baru tersebut.
Pelanggan yang mendapatkan penurunan tarif listrik itu, antara lain, R (rumah tangga)-1 TR (tegangan rendah) 1.300 VA, R-1 TR 2.200 VA, R-2 TR 3.500 VA–5.500 VA, R-3 TR 6.600 VA, B (bisnis)-2 TR 6.600 VA–200 kVA, P (kantor pemerintah)-1 TR 6.600 VA–200 kVA, dan P-3 /TR. Pelanggan rumah tangga daya 450 VA memperoleh diskon 100 persen atau digratiskan dan pelanggan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi mendapatkan diskon 50 persen yang dimulai sejak April. Keringanan juga diberikan kepada pelanggan bisnis kecil daya 450 VA dan industri kecil daya 450 VA dengan diskon 100 persen.
Sementara itu, menurut pengamat energi Komaidi Notonegoro, penurunan tarif listrik kali ini dilandasi keinginan pemerintah untuk meningkatkan konsumsi masyarakat. ”Pemerintah sebenarnya lebih berkeinginan agar ekonomi bergeliat,” ungkapnya kepada Jawa Pos.
Di tengah impitan ekonomi yang melemah, kebijakan penurunan tarif itu diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan mendukung stabilitas ekonomi nasional. Terlebih, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV akan minus dan memasuki fase resesi.
Komaidi menjelaskan, tarif listrik diturunkan pemerintah di tengah ruang fiskal yang terbatas. ”Agak berat sebenarnya kondisi ruang fiskal. Tapi, memang pemerintah mencoba berbagai instrumen. Salah satunya ya penurunan tarif ini. Ruang fiskalnya sebenarnya nggak ada juga karena penerimaan negara kan turun semua,” jelasnya.
Baca juga: Klaim Tangguh, Mobil Listrik VW ID.4 Bisa Tarik Beban Seberat 1,9 Ton
Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam kesempatan sebelumnya mengakui, pandemi turut menurunkan penjualan dan pendapatan PLN. Pemicunya, konsumsi listrik menurun selama masa pandemi.
Pemerintah mencatat, pada paro pertama tahun ini, konsumsi listrik di delapan wilayah anjlok di atas 5 persen. Delapan sistem kelistrikan yang penurunannya melampaui 5 persen adalah Sumbar sebesar 7,12 persen; Sulselra 7,68 persen; Bali 32,87 persen; Jatim 6,33 persen; Jateng 6,28 persen; Jabar 10,57 persen; Banten 12,82 persen; serta Disjaya dan Tangerang 5,62 persen.
Namun, pada Juni 2020, terjadi pertumbuhan konsumsi listrik 5,46 persen year-on-year (yoy) jika dibandingkan dengan capaian Juni 2019. Dari realisasi tersebut, Kementerian ESDM mencatat ada satu sistem yang pertumbuhannya negatif, yaitu Bali dengan penurunan konsumsi mencapai 17,79 persen yoy. ”Seperti badan usaha lain, PLN terdampak pandemi Covid-19. Penjualan menurun karena konsumsi menurun. Pendapatan juga menurun, sedangkan biaya operasional meningkat. Ini berujung pada cash flow PLN makin tertekan,” tutur Arifin.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=WX8A21uKI0U&ab_channel=jawapostvofficial
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022