
ILUSTRASI
JawaPos.com - Dalam sambutannya di Munaslub Partai Hanura, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapan keberhasilannya dalam menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) di luar jawa hingga sama seperti di Pulau Jawa. Menurut Jokowi, selama ini Indonesia telah salah melakukan kebijakan melakukan subsidi BBM, sehingga menghabiskan anggaran Rp 300 triliun setiap tahunnya.
Kalimat Jokowi ini seakan menyindir pemerintahan sebelumnya di bawah Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Bensin di Papua dan Jawa sekarang harganya sama," ujar Jokowi di Munaslub Partai Hanura, Jalan Mabes Hankam, Cilangkap, Jakarta, Rabu (21/12).
Menurut Jokowi, harga BBM di Papua harus sama dengan Pulau Jawa. Karenanya dia tidak ingin harga BBM di Papua terus-terusan mencapai Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribu.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini melanjutkan, untuk mengpuskan subsidi BBM itu harus ada gebrakan baru dengan membeli sejumlah pesawat angkut BBM yang menghabiskan dana sekitar Rp 800 miliar.
"Harus ada Rp 800 miliar yang dikeluarkan Pertamina," katanya.
Namun ungkap dia, usulan itu sebelumnya mendapatkan pertentangan karena uang Rp 800 miliar itu bukanlah sedikit. Lantas Jokowi membandingkan uang yang dikeluarkan negara jauh lebih besar setiap tahunnya Rp 300 triliun hanya untuk melakukan subsidi.
"Dulu subsidi BBM Rp 300 triliun aja diam semuanya. Ini Rp 800 miliar aja kok ramai," tegas Jokowi.
Jokowi juga meramalkan, Pertamina tidak akan mengalami kerugian hanya dengan mengeluarkan uang Rp 800 miliar untuk membeli pesawat angkut BBM itu. Karena hal tersebut menjadi jawaban atas masalah yang selama ini uang negara harus dibuang Rp 300 triliun hanya untuk subsidi BBM.
"Pertamina tidak merugi dan petamina untungnya saya perkiraan akan berlipat Rp 40 trilun," pungkasnya.
Sebelumnya, di awal pemerintahannya, Jokowi memutuskan mencabut subsidi BBM. Subsidi itu akan dialihkan untuk hal yang lebih produktif seperti pembangunan infrastruktur.
Imbuh Jokowi, setiap tahun subsidi BBM sebesar Rp 300 triliun hanya dinikmati oleh yang memiliki mobil. Mestinya, subsidi ini diberikan kepada mereka yang tidak mampu atau dialihkan ke pembangunan infrastruktur. (cr2/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022