
Ilustrasi sebuah kapal milik Pelni yang disiapkan khusus untuk mengangkut barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya secara terjadwal.
JawaPos.com - Pembangunan Poros Maritim menjadi salah satu janji yang akan dikembangkan Joko Widodo (Jokowi) bersama Jusuf Kalla (JK) saat bertarung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan membangun tol laut guna menekan biaya tinggi dalam distribusi barang ke wilayah remote area. Tol laut yang dimaksud adalah membangun transportasi laut dengan kapal atau sistem logistik kelautan terjadwal, yang melayani tanpa henti dari Sabang hingga Merauke.
Tujuannya mulia, menghubungkan Indonesia yang merupakan negara kepulauan, serta menggerakkan roda perekonomian secara efisien dan merata. Lewat gagasan besar ini, akan ada kapal-kapal besar yang bolak-balik di laut Indonesia secara periode ke sampai ke wilayah terpencil, sehingga biaya logistik menjadi murah.
Janji kampanye lisan Tol Laut ini tidak tertuang di dalam dokumen janji kampanye Nawa Cita, Visi, Misi dan Program Aksi Jokowi – Jusuf Kalla 2014. Konsep kemunculan terkait Tol Laut di dalam dokumen ini adalah bidang kemaritiman yang kemudian populer dengan sebutan Poros Maritim.
Keinginan mantan Wali Kota Solo itu untuk memajukan kemaritiman Indonesia, juga berkaca pada tahun 2013, dimana pada saat itu biaya logistik Indonesia mencapai 27 persen dari produk domestik bruto (PDB), sementara pada tahun 2011 mencapai 24,6 persen dari PDB. Hal itu membuat keinginannya begitu menggebu untuk membangun tol laut.
Usai terpilih, konsep kemaritiman milik Jokowi-JK itu kemudian dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Ada beberapa rencana yang dituangkan dalam RPJMN tersebut.
Pertama, mengembangkan dan membangun 100 pelabuhan hingga tahun 2019. Targetnya, rata-rata per tahun harus dibangun sekitar 20 pelabuhan.
Kedua, mengembangkan 210 pelabuhan penyeberangan. Ketiga, pembangunan/penyelesaian 48 pelabuhan baru yang harus selesai pada 2016 dan total 270 pelabuhan pada 2019.
Keempat, pembangunan kapal perintis 50 unit, 60 unit dan 104 unit. Belum ada data dan fakta menunjukkan target tercapai. Kelima, pengembangan 21 pelabuhan perikanan, direncanakan 22 unit tahun 2016 dan 24 unit tahun 2019.
Keenam, penyediaan armada kapal laut logistik nusantara untuk melayani wilayah Timur dan Barat. Ditargetkan 13 route, dan pada 2017 sudah tercapai.
Hingga tahun keempat kepemimpinannya, apakah keinginan Jokowi tercapai?
Seperti dikutip dari laman presidenri.go.id, trayek kapal perintis hingga 2018 sudah terbangun sebanyak 113, diikuti trayek tol laut sebanyak 18 dan trayek kapal ternak sebanyak 6 trayek.
Sementara itu, data Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diperolah JawaPos.com menunjukkan, pemerintah telah melakukan pengembangan pelabuhan di 104 lokasi. Kemudian menyediakan 60 kapal perintis, 15 kapal kontainer, 20 unit kapal Rede dan 5 unit kapal ternak. Sayang, tidak tercantum berapa pembangunan pelabuhan yang telah dibangun hingga 2018 ini.
Sayang, pengembangan tol laut hingga saat ini masih belum maksimal. Hal ini tercermin dari data Kemenhub. Pada 2017, realisasi muatan tol laut pada 2017 mencapai 212.865 ton, atau 41,2 persen dari target 517.200 ton. Sementara realisasi muatan balik baru 20.274 ton.
Tidak hanya itu, data okupansi kapal tol laut saat ini juga masih belum besar, terutama ketika pelayaran kembali. Tingkat okupansinya sangat jomplang ketimbang saat keberangkatan.
Pelni, misalnya. Sepanjang tahun berjalan ini, rata-rata okupansi (keterisian) kapal Pelni di trayek tol laut mencapai sekitar 60 persen. Sementara untuk muatan balik okupansi hanya menembus angka 6 persen.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
