
Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Deni Ridwan pada peluncuran virtual Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 019 di Jakarta, Senin (25/1/2021). ANTARA/Dewa Wiguna
JawaPos.com - Pemerintah menambah kuota SBR012-T2 dan SBR012-T4 dari sebanyak Rp 10 triliun menjadi sebesar Rp 15 triliun dengan mempertimbangkan antusiasme dari masyarakat yang sangat tinggi serta masa penawaran yang masih akan berakhir pada 9 Februari 2023.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan capaian pemesanan surat berharga negara (SBN) ritel seri SBR012-T2 dan SBR012-T4 mencapai Rp 9,87 triliun di hari kesembilan penawaran, yakni Jumat (27/1) pukul 19.30 WIB dengan jumlah investor 35.666 SID (Single Investor Identification). Pencapaian tersebut hampir 100 persen dari target awal penerbitan SBR kali ini.
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Deni Ridwan memerinci, pemesanan SBR012-T2 adalah sebesar Rp 7,14 triliun dengan jumlah investor 23.980 SID, sedangkan SBR012-T4 sebesar Rp 2,74 triliun dengan jumlah investor 11.686 SID.
Berkaca dari pengalaman penerbitan SBN ritel sebelumnya, banyak investor yang tidak berhasil mendapatkan alokasi karena kuota yg ditawarkan sudah terlanjur habis.
Oleh karena itu, calon investor diimbau untuk segera memanfaatkan kesempatan yang ada karena penawaran SBN ritel melalui platform online dilakukan berdasarkan prinsip first come first served atau siapa cepat dia dapat.
"Ingat kata pepatah, penyesalan biasanya datang di akhir, kalau di awal namanya pemesanan. Pemesanan SBR012, pilihan berharga untuk tetap bahagia," kata Deni.
Pemerintah menawarkan kedua seri SBR012 dengan kupon di atas 6 persen secara online. Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di SBR012-T2 dan SBR012-T4 dapat melakukan pemesanan hingga 9 Februari 2023 pukul 10.00 WIB.
Pemesanan dilakukan dengan cara menghubungi 29 mitra distribusi yang telah ditetapkan, meliputi 18 bank umum, 5 perusahaan efek, 4 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta 2 perusahaan Peer-to-Peer Lending.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
