
Plt Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kemenkeu Novi Puspita Wardani (Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemerintah resmi membuka masa penawaran Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI029 mulai hari ini, pukul 09.00 WIB, hingga 19 Februari 2026 pukul 10.00 WIB.
SBN ritel ini ditawarkan kepada masyarakat dengan dua pilihan tenor, yaitu 3 tahun dan 6 tahun. Masing-masing memiliki kupon tetap 5,45 persen dan 5,80 persen per tahun.
Pelaksana Tugas Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Novi Puspita Wardani mengatakan, ORI029 hadir sebagai alternatif investasi aman bagi masyarakat.
ORI029 menawarkan fleksibilitas tenor sesuai kebutuhan investor. “ORI029 sudah mulai ditawarkan pukul 09.00 WIB hari ini. Masa penawarannya sampai dengan tanggal 19 Februari 2026 pukul 10.00 WIB,” kata Novi dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/1).
Dalam penerbitan kali ini, pemerintah menawarkan dua seri sekaligus, yakni ORI029T3 dan ORI029T6 dengan tenor 3 dan 6 tahun. "Kita setiap penerbitan SBN ritel menawarkan dua tenor sekaligus.
Investor yang ingin tenor lebih panjang dengan kupon lebih tinggi silakan, atau yang ingin tenor lebih pendek juga silakan,” ujarnya.
Dia membeberkan ORI029 menawarkan kupon fixed rate, sehingga imbal hasil tetap hingga jatuh tempo.
ORI029T3 akan jatuh tempo pada 15 Februari 2029, sedangkan ORI029T6 berlaku enam tahun dengan kupon tetap sampai akhir investasi.
Novi menambahkan, kupon ORI029 dikenakan pajak final 10 persen, sehingga imbal hasil yang diterima sudah bersih.
“Kupon yang diterima investor sudah dipotong pajak final 10 persen,” jelasnya.
Dari sisi keterjangkauan, ORI029 dapat dibeli dengan minimal pemesanan Rp 1 juta. Ini terbuka bagi investor pemula dan generasi muda yang ingin mulai berinvestasi di instrumen negara.
Batas maksimal pembelian juga ditetapkan untuk menjaga pemerataan, yakni Rp 5 miliar untuk ORI029T3. Sedangkan ORI029T6 maksimal Rp 10 miliar.
“Pembatasan ini dilakukan agar SBN ritel tetap bisa diakses luas oleh masyarakat, bukan hanya investor besar,” pungkas Novi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022