
Pemerintah memastikan akan tetap menawarkan instrumen investasi Surat Berharga Negara (SBN) ritel sepanjang 2026. (istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah memastikan akan tetap menawarkan instrumen investasi Surat Berharga Negara (SBN) ritel sepanjang 2026. Secara total ada delapan seri SBN ritel yang direncanakan meluncur selama setahun penuh guna memberi ruang bagi investor untuk menyesuaikan strategi investasi.
Pelaksana Tugas Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Novi Puspita Wardani mengatakan, jumlah penerbitan SBN ritel pada 2026 akan sama seperti tahun sebelumnya.
:Selama 2025 itu ada 8 seri yang ditawarkan dan sudah diterbitkan. Di 2026 juga sama, ada delapan seri. Ini memang masih tentatif," ujar Novi dalam Media Briefing di Jakarta, Senin (26/1).
Meski bersifat sementara, jadwal tersebut bisa dijadikan acuan awal bagi para investor. Novi menjelaskan, pergeseran jadwal biasanya hanya terjadi dalam rentang satu hingga dua hari.
“Biasanya walaupun bergeser, ya gesernya satu-dua hari saja. Tapi ini bisa digunakan sebagai acuan buat investor, karena investor itu kan tidak setiap saat dananya tersedia,” jelasnya.
Novi mengungkapkan dengan adanya kalender penerbitan ini, investor bisa menyesuaikan rencana investasi dengan jadwal jatuh tempo instrumen yang dimiliki. Misalnya, investor yang memiliki SBN jatuh tempo di pertengahan tahun bisa langsung bersiap masuk ke seri berikutnya.
“Kalau misalnya jatuh temponya nanti di bulan Juli, silakan. Atau yang sebelumnya beli Sukuk Tabungan dan jatuh temponya di bulan Mei, jadwalnya juga sudah ada,” ungkapnya.
Menurut Novi, pemerintah pada dasarnya menyediakan instrumen investasi sepanjang tahun. Jika dilihat secara keseluruhan, jarak antar penawaran relatif pendek.
“Kalau kita lihat, gap-nya paling satu sampai dua minggu. Tapi kalau dilihat setahun penuh, instrumen itu selalu ada,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa sejumlah SBN ritel seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Sukuk Ritel bersifat tradeble, sehingga investor memiliki fleksibilitas untuk memperjualbelikannya di pasar sekunder.
“SBN ritel yang tradeble itu seperti ORI dan Sukuk Ritel. Artinya, pasar sekundernya juga tersedia,” pungkas Novi.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
