
Ilustrasi dolas AS dan rupiah Indonesia (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Kamis (5/11) setelah sebelummya ditutup melemah sebesar 8 poin menjadi Rp 18.168 per USD pada perdagangan Rabu (4/11).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam dan luar negeri. "Untuk perdagangan Kamis (5/11) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 18.160 - Rp 18.210,” ujar Ibrahim keterangan yang diterima Kamis (5/11).
Ibrahim mengatakan dari sisi eksternal dolar AS mendapatkan dukungan dari data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan pasar. Laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan meningkat menjadi 7,523 juta pada September 2026, dari sebelumnya 7,19 juta.
Angka tersebut juga melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan jumlah lowongan pekerjaan mencapai 7,13 juta. Kondisi ini memperkuat posisi USD di tengah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).
Sementara dari sisi internal, pelaku pasar memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi kembali melambat dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya suku bunga yang masih membebani biaya pinjaman, sementara tekanan harga kebutuhan pokok turut mengurangi daya beli masyarakat.
Akibatnya, konsumsi rumah tangga dan aktivitas dunia usaha berpotensi mengalami perlambatan. Hal ini menjadi perhatian pelaku pasar dalam mencermati prospek perekonomian nasional ke depan.
Selain itu, proyeksi Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5,4–5,5 persen, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,6–6 persen turut menjadi perhatian investor.
Penurunan proyeksi tersebut mencerminkan tantangan pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini berpotensi membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko, termasuk saham dan rupiah.
Pasar akan mencermati apakah perlambatan ekonomi hanya bersifat sementara atau mulai menunjukkan pelemahan daya beli, konsumsi masyarakat, dan investasi. Jika pertumbuhan ekonomi terus melambat, tekanan terhadap sentimen pasar dan kepercayaan investor berpotensi meningkat.
Di sisi lain, ketegangan politik turut meningkat setelah tiga perwira tinggi Polri ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah pejabat negara, tokoh politik, jurnalis, dan pengusaha.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022