Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Djati Waluyo
Rabu, 4 November 2026 | 02.37 WIB

BI Ungkap Tiga Faktor Pemicu Rupiah Melemah ke Rp 18.145 per Dolar AS

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti memberikan keterangan pers seusai menggelar pertemuan di Jakarta, Kamis (24/9/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti memberikan keterangan pers seusai menggelar pertemuan di Jakarta, Kamis (24/9/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) menyebut eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat, serta sentimen negatif investor global terhadap aset negara berkembang menjadi penyebab pelemahan rupiah terhadap dolar.

Berdasarkan catatan BI pada 2 November 2026 rupiah melemah hingga Rp 18.145 per dolar AS.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, tekanan terhadap rupiah meningkat setelah mata uang domestik sempat menguat pada September 2026.

Rupiah tercatat berada di level Rp 17.830 pada akhir September sebelum kembali melemah pada Oktober hingga awal November 2026.

“Pelemahan ini dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di Amerika Serikat, serta sentimen investor global terhadap aset negara berkembang,” ujar Destry dalam konferensi pers KSSK, Jakarta, Selasa (3/11).

Destry mengatakan, meskipun rupiah tertekan, namun ketahanan eksternal Indonesia masih terjaga. Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus USD 10,61 miliar sepanjang Januari-September 2026, dengan surplus September mencapai USD 3,36 miliar.

Ia menjelaskan, aliran investasi portofolio asing juga mulai membaik pada awal kuartal IV 2026. Hingga 23 Oktober 2026, investasi portofolio asing mencatat arus masuk bersih atau net inflows sebesar USD 0,04 miliar, terutama melalui Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Secara kumulatif, investasi portofolio asing sepanjang Januari hingga 23 Oktober 2026 mencatat net inflows sebesar USD13,23 miliar. Sebelumnya, investasi portofolio asing mencatat arus keluar bersih sebesar USD 0,08 miliar pada kuartal III 2026 akibat tekanan pada pasar saham.

Lanjutnya, cadangan devisa Indonesia juga tetap kuat sebesar USD 146,3 miliar pada akhir September 2026. Posisi tersebut setara dengan pembiayaan 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional sebesar tiga bulan impor.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore