
Industri petrokimia nasional menghadapi tekanan persaingan dari produk Tiongkok yang ditawarkan dengan harga lebih murah. (Istimewa)
JawaPos.com - Industri petrokimia nasional menghadapi tekanan persaingan dari produk Tiongkok yang ditawarkan dengan harga lebih murah.
Di tengah kebutuhan domestik yang terus tumbuh, industri dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sekitar 60 persen kebutuhan produk petrokimia Indonesia. Sisanya masih bergantung pada impor.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) menyampaikan pembangunan fasilitas Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai Rp 15 triliun di Cilegon, Banten, berpotensi memberikan dampak ekonomi secara luas, mulai dari peningkatan kontribusi PDB hingga substitusi impor.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat PT Chandra Asri Pacific Tbk Suryandi menyampaikan, proyek tersebut merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat industri kimia dasar nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.
”Kenapa Chandra Asri Alkali dibangun? Adalah agar Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor. Hasil produksi dari Chandra Asri Alkali adalah untuk memenuhi kebutuhan produk kimia hilir di Indonesia, yang sampai saat ini pun masih net impor,” ujar Suryandi dilansir dari Antara.
Hingga November 2026, pembangunan fasilitas CA-EDC telah mencapai progres sekitar 85 persen.
Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada semester II 2027 dengan kapasitas produksi 400.000 ton per tahun (KTA) caustic soda dan 500.000 KTA ethylene dichloride (EDC).
Suryandi mengatakan, produk petrokimia Tiongkok memiliki daya saing harga karena didukung ketersediaan bahan baku yang lebih murah dan kebijakan pemerintah negara asalnya.
”Produk dari Tiongkok sangat kompetitif karena didukung bahan baku murah dan subsidi pemerintah,” ujar Suryandi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022