Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Antara
Selasa, 3 November 2026 | 22.45 WIB

Permintaan Tumbuh, Industri Petrokimia Perkuat Daya Saing

Industri petrokimia nasional menghadapi tekanan persaingan dari produk Tiongkok yang ditawarkan dengan harga lebih murah. (Istimewa) - Image

Industri petrokimia nasional menghadapi tekanan persaingan dari produk Tiongkok yang ditawarkan dengan harga lebih murah. (Istimewa)

JawaPos.com - Industri petrokimia nasional menghadapi tekanan persaingan dari produk Tiongkok yang ditawarkan dengan harga lebih murah.

Di tengah kebutuhan domestik yang terus tumbuh, industri dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sekitar 60 persen kebutuhan produk petrokimia Indonesia. Sisanya masih bergantung pada impor.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) menyampaikan pembangunan fasilitas Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai Rp 15 triliun di Cilegon, Banten, berpotensi memberikan dampak ekonomi secara luas, mulai dari peningkatan kontribusi PDB hingga substitusi impor.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat PT Chandra Asri Pacific Tbk Suryandi menyampaikan, proyek tersebut merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat industri kimia dasar nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

”Kenapa Chandra Asri Alkali dibangun? Adalah agar Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor. Hasil produksi dari Chandra Asri Alkali adalah untuk memenuhi kebutuhan produk kimia hilir di Indonesia, yang sampai saat ini pun masih net impor,” ujar Suryandi dilansir dari Antara.

Hingga November 2026, pembangunan fasilitas CA-EDC telah mencapai progres sekitar 85 persen.

Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada semester II 2027 dengan kapasitas produksi 400.000 ton per tahun (KTA) caustic soda dan 500.000 KTA ethylene dichloride (EDC).

Suryandi mengatakan, produk petrokimia Tiongkok memiliki daya saing harga karena didukung ketersediaan bahan baku yang lebih murah dan kebijakan pemerintah negara asalnya.

”Produk dari Tiongkok sangat kompetitif karena didukung bahan baku murah dan subsidi pemerintah,” ujar Suryandi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore