Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Antara
Minggu, 1 November 2026 | 23.36 WIB

Korsel Lirik Indonesia untuk Pengembangan Energi Nuklir

Korea Selatan memiliki pengalaman dan teknologi pengembangan energi nuklir, termasuk dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). (ANTARA) - Image

Korea Selatan memiliki pengalaman dan teknologi pengembangan energi nuklir, termasuk dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). (ANTARA)

JawaPos.com - Pemerintah Korea Selatan melihat peluang kerja sama dengan Indonesia dalam pengembangan energi nuklir untuk mendukung pemenuhan kebutuhan listrik yang diperkirakan meningkat seiring perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan pembangunan pusat data (data center).

Konselor Menteri Bidang Ekonomi Kedutaan Besar Republik Korea di Jakarta Kim Chanwoo mengatakan, Korea Selatan memiliki pengalaman dan teknologi pengembangan energi nuklir, termasuk dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di luar negeri.

"Kami juga memiliki pengalaman mengekspor teknologi nuklir dan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di luar negeri. Karena itu, terdapat potensi kerja sama di bidang ini," kata Kim dalam lokakarya Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Korea Foundation, dikutip Minggu (1/11).

Menurut Asosiasi Nuklir Dunia (World Nuclear Association/WNA), Korea Selatan mengoperasikan 26 reaktor nuklir dengan kapasitas sekitar 25.609 megawatt listrik (MWe), yang memasok sekitar sepertiga kebutuhan listrik negara tersebut.

Negara itu juga memiliki empat reaktor yang sedang dalam tahap pembangunan dengan kapasitas total 5.360 MWe.

Kim mengatakan, peningkatan kebutuhan listrik, termasuk untuk memasok pusat-pusat data yang tengah gencar dikembangkan pemerintah Indonesia, akan membutuhkan sumber energi baru.

Menurut dia, nuklir dapat menjadi salah satu opsi untuk memperkuat ketahanan energi nasional, meskipun bukan merupakan energi terbarukan.

Peluang kerja sama tersebut sejalan dengan rencana Indonesia mengembangkan energi nuklir.

Melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, pemerintah Indonesia menargetkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt (GW), termasuk 42,6 GW dari energi baru terbarukan dan 10,3 GW dari penyimpanan energi.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore