Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Djati Waluyo
Senin, 2 November 2026 | 22.03 WIB

PNBP Minerba Tembus Rp 141 Triliun per Oktober, Bahlil Pasang Target Rp 165 Triliun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana, Jakarta, Kamis (1/10). (YouTube Setpres) - Image

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana, Jakarta, Kamis (1/10). (YouTube Setpres)

JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menargetkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) di sektor mineral dan batubara (minerba) tembus diatas Rp 160 triliun pada tahun 2026.

Angka tersebut, meningkat jika dibandingkan dengan capaian tahun 2025 sebesar Rp 135,16 triliun dan target yang ditetapkan sepanjang tahun 2026 sebesar Rp 133 triliun.

“PNBP kita sekarang per 1 Oktober sudah mencapai tembus di angka Rp 141 triliun. Kita targetkan nanti di 2026 akhir itu bisa mencapai Rp 160 triliun sampai dengan Rp 165 triliun. Artinya terjadi peningkatan yang sangat signifikan,” ujar Bahlil dalam pembukaan Minerba Convex dipantau virtual, Senin (2/11).

Bahlil mengatakan, peningkatan PNBP tersebut tidak terlepas dari kontribusi aktif para pelaku usaha di sektor pertambangan. Ia pun mengapresiasi peran perusahaan minerba yang telah memberikan sumbangan terhadap pendapatan negara.

Namun, Bahlil mengingatkan agar pengelolaan sumber daya alam (SDA) dilakukan dengan tata kelola yang baik dan benar. Menurutnya, eksploitasi sumber daya mineral dan batu bara tidak boleh dilakukan secara berlebihan tanpa mempertimbangkan kondisi pasar global.

Ia mengaku menerima sejumlah masukan dan keluhan dari para pengusaha pertambangan terkait pengelolaan sektor minerba di Indonesia.

“Dalam pengelolaannya, ini saya mau sampaikan, Bapak Ibu semua. Saya selalu mendapat masukan terhadap keluhan teman-teman pengusaha. Kita harus mengelola sumber daya alam kita itu dengan cara tata kelola yang baik dan benar,” kata Bahlil.

Ia mencontohkan kondisi pasar batu bara global yang mengalami tekanan akibat tingginya pasokan dari Indonesia. Menurutnya, konsumsi batu bara dunia mencapai 8,9 miliar ton per tahun, sementara volume batu bara yang diperdagangkan secara global mencapai 1,3 miliar ton.

Pada 2025, kontribusi Indonesia terhadap perdagangan batu bara dunia mencapai 540 juta ton. Besarnya pasokan tersebut dinilai turut memengaruhi harga batu bara di pasar internasional.

Bahlil menyebut, harga batu bara sepanjang 2025 berada pada level terendah. Kondisi tersebut membuat keuntungan perusahaan pertambangan tidak maksimal, begitu pula dengan pendapatan negara.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore