
Ilustrasi komoditas pangan. (Dok. Jawa Pos/Salman Toyibi)
JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Oktober 2026 mencapai 3,23 persen secara tahunan atau year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi Oktober 2025 sebesar 2,86 persen.
“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga bergejolak, terutama cabai rawit, beras, daging ayam ras, daging sapi, tomat, dan juga cabai merah,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/11).
Ateng mengatakan, inflasi pada Oktober 2026 jika terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi 1,40 persen.
Diikuti kelompok transportasi sebesar 0,59 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,32 persen.
Berdasarkan komponen, seluruh komponen telah mengalami inflasi. Komponen inti memiliki andil inflasi terbesar, yaitu 1,64 persen, diikuti komponen bergejolak sebesar 0,96 persen dan komponen harga yang diatur pemerintah sebesar 0,63 persen.
“Inflasi pada komponen inti terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, laptop/notebook, serta pelumas/oli mesin,” ujarnya.
Sementara, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga diatur pemerintah, terutama bensin, tarif angkutan udara, sigaret keretek mesin atau SKM, dan juga bahan bakar rumah tangga.
Ateng juga menjelaskan, komponen harga bergejolak mengalami inflasi tahunan sebesar 5,81 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,96 persen.
Sementara itu, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga bergejolak, terutama cabai rawit, beras, daging ayam ras, daging sapi, tomat, dan juga cabai merah.
Jika dilihat secara tahunan, seluruh provinsi di Indonesia saat ini mengalami inflasi tanpa kecuali.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022