Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Dimas Choirul, ARM
Minggu, 1 November 2026 | 01.24 WIB

Mengapa Harga Emas Cenderung Naik dalam Jangka Panjang? Ini Pemicunya

Ilustrasi emas batangan. (Istimewa) - Image

Ilustrasi emas batangan. (Istimewa)

JawaPos.com - Harga emas kerap menjadi perhatian investor di tengah ketidakpastian ekonomi global. Logam mulia ini banyak dipilih untuk menjaga nilai kekayaan karena dinilai mampu menjadi pelindung aset saat inflasi meningkat maupun kondisi pasar bergejolak.

Tren kenaikan harga emas dalam jangka panjang dipengaruhi sejumlah faktor. Mulai dari pergerakan dolar Amerika Serikat (AS), keterbatasan pasokan tambang, hingga meningkatnya permintaan dari bank sentral berbagai negara.

Meski demikian, harga emas tidak selalu naik. Dalam periode tertentu, nilainya bisa mengalami koreksi akibat perubahan suku bunga, penguatan dolar AS, maupun pergeseran sentimen investor.

Lantas, apa saja faktor yang memengaruhi kenaikan harga emas dalam jangka panjang?

1. Pergerakan Dolar AS dan Pergeseran Cadangan Devisa
Dilansir dari laman resmi Pegadaian, bahwa Emas di pasar internasional umumnya diperdagangkan menggunakan dolar AS. Karena itu, pergerakan mata uang tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga emas.

Ketika dolar AS melemah, harga emas cenderung meningkat. Sebab, emas menjadi relatif lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Sebaliknya, penguatan dolar AS dapat menekan harga emas.

Selain pergerakan mata uang, kondisi fiskal Amerika Serikat juga dapat memengaruhi kepercayaan investor. Peningkatan utang pemerintah dan defisit anggaran berpotensi menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dalam jangka panjang.

Kebijakan suku bunga turut memengaruhi daya tarik emas. Ketika suku bunga turun, biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan bunga atau dividen menjadi lebih rendah. Kondisi tersebut dapat mendorong permintaan terhadap logam mulia.

Di sisi lain, inflasi yang tinggi dapat meningkatkan minat investor terhadap emas sebagai salah satu instrumen untuk menjaga daya beli kekayaan.

Tren diversifikasi cadangan devisa juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Sejumlah bank sentral meningkatkan kepemilikan emas untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang tertentu dan memperkuat cadangan aset mereka di tengah ketidakpastian geopolitik.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore