
Ilustrasi emas batangan. (Istimewa)
JawaPos.com - Harga emas kerap menjadi perhatian investor di tengah ketidakpastian ekonomi global. Logam mulia ini banyak dipilih untuk menjaga nilai kekayaan karena dinilai mampu menjadi pelindung aset saat inflasi meningkat maupun kondisi pasar bergejolak.
Tren kenaikan harga emas dalam jangka panjang dipengaruhi sejumlah faktor. Mulai dari pergerakan dolar Amerika Serikat (AS), keterbatasan pasokan tambang, hingga meningkatnya permintaan dari bank sentral berbagai negara.
Meski demikian, harga emas tidak selalu naik. Dalam periode tertentu, nilainya bisa mengalami koreksi akibat perubahan suku bunga, penguatan dolar AS, maupun pergeseran sentimen investor.
Lantas, apa saja faktor yang memengaruhi kenaikan harga emas dalam jangka panjang?
1. Pergerakan Dolar AS dan Pergeseran Cadangan Devisa
Dilansir dari laman resmi Pegadaian, bahwa Emas di pasar internasional umumnya diperdagangkan menggunakan dolar AS. Karena itu, pergerakan mata uang tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga emas.
Ketika dolar AS melemah, harga emas cenderung meningkat. Sebab, emas menjadi relatif lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Sebaliknya, penguatan dolar AS dapat menekan harga emas.
Selain pergerakan mata uang, kondisi fiskal Amerika Serikat juga dapat memengaruhi kepercayaan investor. Peningkatan utang pemerintah dan defisit anggaran berpotensi menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dalam jangka panjang.
Kebijakan suku bunga turut memengaruhi daya tarik emas. Ketika suku bunga turun, biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan bunga atau dividen menjadi lebih rendah. Kondisi tersebut dapat mendorong permintaan terhadap logam mulia.
Di sisi lain, inflasi yang tinggi dapat meningkatkan minat investor terhadap emas sebagai salah satu instrumen untuk menjaga daya beli kekayaan.
Tren diversifikasi cadangan devisa juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Sejumlah bank sentral meningkatkan kepemilikan emas untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang tertentu dan memperkuat cadangan aset mereka di tengah ketidakpastian geopolitik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022