
Pedagang melayani pembeli di Pasar Cibubur, Jakarta, Sabtu (19/9/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Ito Hediarto memastikan pasokan cabai secara nasional cukup menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menurut dia, yang perlu dijaga saat ini adalah kelancaran distribusi, terutama pengiriman lewat jalur laut.
“Kalau untuk cabai sendiri cukup, tinggal kita lihat saja sisi distribusinya,” kata Ito di Makassar, Kamis (22/10).
Baca Juga:Ramalan Primbon Jawa Besok, Sabtu Wage, 24 Oktober 2026: Rezeki, Karier, Cinta, dan Keberuntungan
Ito menjelaskan, pengiriman cabai ke daerah yang harus melewati laut kerap tersendat di jalan. Kondisi itu dapat menurunkan pasokan di daerah tujuan dan akhirnya mendorong harga naik.
Untuk menjaga harga, Bapanas memantau perkembangannya lewat rapat inflasi yang digelar setiap Senin. Ito menyebut cabai dan beras sebagai dua komoditas yang biasanya naik jelang akhir tahun.
“Di rapat-rapat inflasi setiap Senin, kita sampaikan, kita jaga harga-harga ini supaya tidak menjadi bagian dari inflasi,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan distribusi, Bapanas menyediakan fasilitasi distribusi pangan (FDP). Program ini membantu memobilisasi pasokan dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan, sehingga beban biaya distribusi berkurang dan cabai bisa sampai ke konsumen dengan harga lebih terjangkau.
Baca Juga:Tidak Selalu Terlihat Jelas, 9 Tanda Seseorang Mungkin Menyimpan Perasaan Negatif kepada Anda
Bapanas menaruh perhatian serius pada perkembangan harga cabai. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi, Senin (19/10), menunjukkan hampir 90 persen kabupaten/kota masih mengalami kenaikan harga cabai.
Realisasi anggaran FDP saat ini sekitar 69,5 persen. Dengan demikian, masih ada sekitar 30,5 persen anggaran yang tersedia untuk daerah yang mengalami kenaikan harga ekstrem.
Urgensi distribusi cabai juga muncul dalam telekonferensi GPM nasional yang menghubungkan Jakarta dengan sejumlah daerah. Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa menyebut cabai masih menjadi pemicu inflasi di Papua.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022