Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Dimas Choirul
Kamis, 22 Oktober 2026 | 08.03 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Peneliti: Keluhan Ekonomi Warga Perlu Jadi Evaluasi

Warga berbelanja kebutuhan pokok di salah satu pasar modern di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. (Dok Jawa Pos)  - Image

Warga berbelanja kebutuhan pokok di salah satu pasar modern di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. (Dok Jawa Pos) 

JawaPos.com – Dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, keluhan masyarakat terkait tekanan ekonomi dinilai perlu menjadi bahan evaluasi kebijakan pemerintah. 

Peneliti sekaligus Head of Research Evident Institute Antonius Ivan Sudibyo mengatakan, aspirasi warga melalui media sosial perlu ditindaklanjuti agar kebijakan ekonomi dan perlindungan sosial lebih tepat sasaran.

"Sebagian warga yang masih merasakan tekanan ekonomi cenderung menyampaikan keluhannya lewat media sosial, sesuatu yang wajar terjadi di negara demokrasi yang menjunjung kebebasan berpendapat," kata Ivan, Rabu (21/10).

Meski demikian, kata Ivan, Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program yang manfaatnya dirasakan masyarakat.

"Evident Institute mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah tetap tinggi, dengan MBG disebut sebagai salah satu program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” lanjut Ivan.

Dua Regulasi Lahir dari Dialog

Ivan mencatat dua capaian komunikasi pemerintah yang lahir dari dialog panjang dengan banyak pihak menciptakan sebuah kebijakan. 

Dua di antaranya adalah Undang-undang (UU) Pelindungan Ketenagakerjaan dan Peraturan Presiden (Perpres) tentang pelindungan pengemudi ojek online, yang menaikkan porsi pendapatan pengemudi, juga lahir dari proses dialog dengan pengemudi dan perusahaan aplikator.

"Kedua regulasi ini menunjukkan bahwa pendekatan dialog dua arah bisa membuahkan hasil yang diterima banyak pihak, dan model semacam ini layak diperluas ke komunikasi kebijakan ekonomi lainnya," kata Ivan.

Dunia Usaha Masih Menahan Rekrutmen

Di luar capaian tersebut, Evident Institute juga mencatat sebagian dunia usaha, dari sektor manufaktur hingga usaha rintisan (startup), masih menahan rekrutmen karyawan baru di tengah nilai tukar yang berfluktuasi dan pendanaan yang belum semudah sebelumnya. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore