Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Oktober 2026 | 16.28 WIB

Trade Expo Indonesia 2026, Indonesia–Kamerun Perluas Kerja Sama Pertanian, Energi, dan Perdagangan

Pengunjung saat menghampiri sejumlah booth di ajang Trade Expo Indonesia ke-41 tahun 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (14/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Pengunjung saat menghampiri sejumlah booth di ajang Trade Expo Indonesia ke-41 tahun 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (14/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Indonesia memperluas peluang kerja sama ekonomi dengan Kamerun melalui proyek pengolahan singkong senilai USD 15 juta atau sekitar Rp 269 miliar, dikutip dari ANTARA. 

Proyek tersebut ditujukan untuk membangun kapasitas produksi tapioka di Kamerun sekaligus membuka peluang bagi perusahaan Indonesia untuk memperluas bisnis di kawasan Afrika Tengah.

Duta Besar RI untuk Kamerun, Agung Cahaya Sumirat, mengatakan proyek percontohan pengolahan singkong itu merupakan tindak lanjut nota kesepahaman yang disepakati delegasi bisnis Afrika Tengah dan pelaku usaha Indonesia dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Proyek tersebut diproyeksikan rampung dalam dua tahun mendatang.

"Di Kamerun, singkong menjadi makanan harian masyarakat mereka. Jadi, mereka mengusulkan kerja sama dengan Indonesia supaya terjadi transfer of knowledge (transfer pengetahuan) dan teknologi. Sehingga, Kamerun akan memiliki kapasitas untuk memproduksi bagaimana singkong diubah, ditransformasi menjadi tapioka," kata Agung.

Dalam TEI 2026, perusahaan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi asal Indonesia, PT Asindo Tech, menyepakati proyek penyediaan teknologi serta fasilitas produksi pengolahan singkong dengan Nego-Titans PLC asal Kamerun senilai USD 15 juta. 

Agung menilai kerja sama ini dapat memberi manfaat bagi kedua negara. Perusahaan Indonesia berpeluang berinvestasi dan memasok teknologi, sedangkan produsen singkong di Kamerun dapat meningkatkan kapasitas produksi, termasuk untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

Pupuk Organik

Di sisi lain, Agung juga menyoroti potensi Kamerun sebagai pasar regional. Negara itu memiliki sekitar 30 juta penduduk dan menjadi bagian dari Komunitas Ekonomi dan Moneter Afrika Tengah (CEMAC), yang mencakup enam negara dengan total populasi sekitar 60 juta jiwa.

Menurut Agung, pemerintah Kamerun memprioritaskan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, yang dinilai sejalan dengan kemampuan Indonesia dalam hilirisasi.

"Kehadiran perusahaan Indonesia disambut sangat baik, bahkan disiapkan berbagai insentif kemudahan termasuk keringanan pajak," ungkap Agung.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore