Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Oktober 2026 | 03.19 WIB

Houthi Serang Kilang Minyak Arab Saudi, Ekonom Ingatkan Potensi Kenaikan BBM

Ilustrasi antrean kendaraan di SPBU. (Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus) - Image

Ilustrasi antrean kendaraan di SPBU. (Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus)

JawaPos.com - Konflik Timur Tengah yang kembali memanas pasca-serangan kelompok bersenjata asal Yaman yang terafiliasi Houthi ke fasilitas minyak raksasa Aramco di Riyadh, Arab Saudi. Hal ini memicu alarm krisis energi global.

Bagi Indonesia, eskalasi geopolitik ini membawa ancaman nyata terhadap stabilitas pasokan dan lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di pasaran. Bahkan sudah berembus isu di masyarakat jika BBM akan naik kembali.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengingatkan masyarakat tidak perlu panic buying. Pihaknya berkomitmen penuh menjaga keandalan penyaluran energi hingga ke pelosok wilayah.

"Dalam kondisi dinamika geopolitik global seperti saat ini, kami melakukan langkah-langkah yang lebih ekstra untuk memastikan keandalan pasokan dan distribusi," ujar Ahad. Ahad menegaskan, Pertamina terus memonitor ketat pergerakan stok secara berkala di seluruh wilayah operasional Jatimbalinus.

"Mulai dari pemantauan stok, kesiapan sarana dan armada distribusi, hingga penguatan koordinasi dengan berbagai pihak terus kami lakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan lancar," ucapnya.

Ekonom Universitas Jember (Unej) Ciplis Gema Qoriah mewanti-wanti potensi gangguan rantai pasok minyak dunia ini tidak boleh diremehkan. Menurutnya, lonjakan harga BBM nonsubsidi bisa memicu efek domino yang menghantam pola konsumsi rumah tangga, operasional perusahaan, hingga melambatkan pertumbuhan ekonomi secara agregat.

"Ketika terjadi kenaikan harga BBM nonsubsidi, maka masing-masing aktor ini akan mengalami penyesuaian. Artinya, efisiensi harus lebih ditingkatkan lagi, mengingat hal ini akan memengaruhi produktivitas dan fluktuasi daya beli masyarakat," kata Ciplis Selasa (6/10).

Lebih lanjut, ia mendesak pemerintah untuk segera memetakan secara presisi para pengguna BBM nonsubsidi, mulai dari level rumah tangga hingga pelaku industri. Langkah mitigasi ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya migrasi massal atau pergeseran konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi akibat selisih harga yang terlalu timpang.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore