Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 September 2026 | 14.31 WIB

Rupiah Diprediksi Melemah di Tengah Pertahanan BI Rate dan Pelunasan Utang BLBI

Iluatrasi mata uang rupiah. (Pixabay) - Image

Iluatrasi mata uang rupiah. (Pixabay)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Kamis (24/9), setelah sebelummya ditutup menguat 67 poin menjadi Rp 17.817 per dollar AS pada perdagangan Rabu (23/9).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen luar dalam negeri.

"Untuk perdagangan (24/9) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.810 - Rp 17.860,” ujar Ibrahim keterangan yang diterima, Kamis (24/9).

Ibrahim mengatakan, sentimen eksternal masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah.

Presiden The Fed wilayah Richmond, Thomas Barkin, pada hari Selasa mengatakan bahwa tekanan inflasi akan membutuhkan waktu untuk mereda, dan menambahkan bahwa kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan untuk mendorong harga menuju target inflasi 2 persen yang ditetapkan The Fed.

Sebelumnya, Presiden The Fed Boston, Susan Collins menegaskan kembali dukungannya terhadap langkah FOMC. Ia menekankan bahwa tekanan harga yang tinggi menuntut sikap kebijakan yang lebih restriktif demi mencapai stabilitas harga jangka panjang.

“Indikator ekonomi terkini mengisyaratkan "peningkatan kemungkinan skenario di masa depan di mana inflasi tetap jauh di atas 2 persen" setelah lebih dari lima tahun mengalami kenaikan biaya,” ujar Ibrahim.

Sementara itu, di dalam negeri Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 September 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen.

Sejalan dengan itu, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50 persen. Alasan utama BI Rate kembali dipertahankan iala stabilitas kurs rupiah masih terus bisa dijaga sekaligus mendorong tren pertumbuhan ekonomi Indonesia sambil menekan inflasi.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore