
Konferensi pers PT United Tractor pada Astra Media Day 2026, Rabu (23/9) (Dok Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com - PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatat penurunan kinerja pada semester I tahun 2026. Finance Director PT United Tractors Tbk, Vilihati Surya mengatakan, perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp58,3 triliun, turun sebesar 15% dari Rp68,5 triliun pada periode yang sama di tahun 2025.
Hal ini dipengaruhi oleh penjualan emas yang lebih rendah di PT Agincourt Resources, serta penurunan kinerja pada segmen Alat Berat dan Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi sebagai dampak alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026 yang lebih rendah.
"Hal ini sebagian dapat diimbangi oleh peningkatan pendapatan dari sektor Kontraktor Penambangan yang terutama didorong oleh penguatan kurs USD," kata Vilihati saat konferensi pers Astra Media Day 2026 di Jakarta pada Rabu (23/9).
Laba bersih perseroan tidak termasuk non-recurring items, turun 48 % menjadi Rp 4,3 triliun terutama karena penjualan emas yang lebih rendah dari PT Agincourt Resources dan penurunan pendapatan yang sebagian besar mencerminkan dampak dari alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026 yang lebih rendah.
Penjualan emas yang lebih rendah dari Tambang Emas Martabe disebabkan oleh penghentian sementara operasional tambang tersebut. Tambang Emas Martabe telah melanjutkan operasinya pada periode pelaporan kuartal kedua.
Selama semester pertama tahun 2026, perseroan mencatat non-recurring items senilai Rp 3,3 triliun, terutama terdiri dari (i) penurunan nilai atas Supreme Geothermal Energy dan (ii) pembayaran terkait kegiatan sebelumnya di kawasan hutan, sehubungan dengan Persetujuan Pemanfaatan Kawasan Hutan (PPKH) di Tambang Nikel Stargate.
Per 30 Juni 2026, Perseroan mencatat utang bersih sebesar Rp 9,4 triliun, dengan rasio gearing sebesar 8,5 %, dibandingkan dengan posisi kas bersih sebesar Rp 7,7 triliun per 31 Desember 2025. Perubahan ini utamanya mencerminkan akuisisi perusahaan pertambangan emas dan program pembelian kembali saham.
Alat Berat
Segmen usaha Alat Berat mencatat penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 27 % menjadi 1.994 unit terutama disebabkan oleh penurunan penjualan big machine di sektor pertambangan sebesar 55 % menjadi 325 unit, dampak dari alokasi RKAB batu bara nasional yang lebih rendah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022