
Pengamat energi Fahmy Radhi
JawaPos.com - Kebijakan pemerintah mengevaluasi dan menghentikan sementara atau moratorium Izin Usaha Pertambangan (IUP), khususnya di Kalimantan Timur, mulai berdampak pada aktivitas ekonomi di lapangan.
Evaluasi tata kelola tambang dinilai sebagai langkah positif, tetapi proses yang berlangsung tanpa tenggat waktu pasti dikhawatirkan berdampak terhadap perekonomian daerah maupun nasional.
Pakar Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai evaluasi tersebut merupakan langkah progresif jika ditujukan untuk menertibkan perusakan lingkungan dan memberantas praktik tambang ilegal.
Namun, proses tersebut menurutnya tidak boleh diterapkan secara sama terhadap perusahaan yang telah memenuhi regulasi.
"Kalau pemerintah sudah mempunyai standar dan kriteria dalam pemberian izin, kalau sudah memenuhi standar yang ditetapkan tadi ya harus dipercepat. Karena tidak ada alasan untuk menunda," tegas Fahmy.
Menurut Fahmy, perusahaan tambang yang memiliki rekam jejak baik dan telah memenuhi seluruh persyaratan berhak mendapatkan kepastian hukum.
Pemerintah dinilai perlu segera menerbitkan izin bagi perusahaan yang telah memenuhi ketentuan agar kegiatan ekonomi dapat kembali berjalan dan iklim usaha tetap terjaga.
"Tapi kalau sudah memenuhi persyaratan, termasuk misalnya rencana reklamasi yang paling penting, kalau itu semua sudah terpenuhi, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak mengeluarkan IUP-nya," paparnya.
Sementara itu, terkait keluhan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik PLN yang disebut terganggu akibat moratorium, Fahmy menilai persoalan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh penurunan kuota produksi.
Menurutnya, tersendatnya pasokan batu bara ke PLN lebih berkaitan dengan rendahnya kepatuhan sejumlah pengusaha terhadap kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 20 persen.
"Kekurangan itu saya melihat lebih karena pengusaha tadi lebih mengutamakan untuk mengekspor batu baranya daripada dipasok ke PLN yang harganya jauh lebih rendah daripada harga pasar," urai Fahmy.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022