Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2026 | 19.21 WIB

Gagalkan Penyelundupan Beras, Suahasil: Menodai Swasembada Pangan Indonesia

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara, dalam pelantikan 14 pejabat di ruang lingkup Kementerian Keuangan dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (21/9). (Dok Djati Waluyo/ JawaPos.com) - Image

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara, dalam pelantikan 14 pejabat di ruang lingkup Kementerian Keuangan dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (21/9). (Dok Djati Waluyo/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyebut penyelundupan beras ke Indonesia telah menodai upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

Pasalnya, saat ini pemerintah dan petani di Indonesia tengah berupaya meningkatkan produksi pangan dalam negeri untuk mencapai swasembada pangan.

Sebagaimana diketahui, Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) dalam kurun waktu satu bulan terakhir berhasil menggagalkan impor produk pangan illegal berupa beras dan garam dengan total 30 kontainer.

“Kalau beras diselundupkan masuk, ini sebenarnya menodai swasembada pangan kita. Swasembada pangan Indonesia itu adalah karena produksi Indonesia sendiri," ujar Suahasil dalam konferensi pers penggagalan impor illegal di Kantor Bea Cukai Pusat, Jakarta, Selasa (22/9).

Suahasil mengatakan, masuknya beras ilegal ke Indonesia menjadi persoalan karena pemerintah telah menjalankan berbagai kebijakan untuk mendukung produktivitas petani.

Untuk itu, pemerintah patut berbangga terhadap produksi pangan dalam negeri. Namun, besarnya pasar Indonesia membuat negara ini menjadi pasar yang menarik bagi para pelaku perdagangan berbagai komoditas.

"Kita bisa membayangkan, mengapa ini dilakukan? Ini dilakukan karena pasar Indonesia yang sangat besar. Pasar kita itu luar biasa besar, menggiurkan untuk seluruh pemain dunia di berbagai macam barang," ujarnya.

Maka dari itu, pemerintah perlu melindungi pasar domestik, termasuk dari masuknya barang secara ilegal. Terlebih, daya beli dan kemampuan masyarakat Indonesia terus mengalami peningkatan.

Ia mengatakan, penyelundupan beras tidak hanya merugikan petani, tetapi juga konsumen. Beras ilegal yang masuk ke Indonesia tidak dapat dipastikan proses penyimpanan, pengiriman, hingga pengemasannya.

“Karena beras yang masuk itu tidak bisa kita pertanggungjawabkan penyimpanannya, pengirimannya, pengepakannya, dan bagaimana kualitas beras tersebut. Kita tidak bisa pertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore