
Kinerja positif tercermin dari pertumbuhan pendapatan premi. (Istimewa)
JawaPos.com – Memasuki lebih dari satu dekade beroperasi di Indonesia, perusahaan asuransi jiwa asal Korea Selatan terus memperkuat fundamental bisnis sekaligus meningkatkan kualitas produk dan layanan bagi masyarakat.
Hingga kini, perusahaan tersebut telah melayani sekitar satu juta nasabah di Indonesia. Penguatan bisnis dilakukan untuk menjaga pertumbuhan secara berkelanjutan di tengah kebutuhan masyarakat terhadap produk perlindungan yang semakin beragam.
Kinerja positif tercermin dari pertumbuhan pendapatan premi. Pada 2025, pendapatan premi tercatat Rp295,15 miliar, meningkat 16,7 persen dibandingkan Rp252,95 miliar pada 2024.
Memasuki 2026, perusahaan menargetkan pendapatan premi mencapai Rp322,80 miliar. Hingga Semester I 2026, realisasi pendapatan premi telah mencapai Rp172,29 miliar atau tumbuh 18,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp144,96 miliar.
CFO Hanwha Life Indonesia Kim Si Jun mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
“Tahun ini, Hanwha Life berfokus pada strategi pertumbuhan berkelanjutan. Fokus tersebut telah membuahkan hasil yang konkret. Sampai dengan Semester I 2026, Hanwha Life mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp172,29 miliar, tumbuh 18,85% dari Rp144,96 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Serta, telah mencapai sekitar 53% target pendapatan premi tahun 2026,” ujar Kim Si Jun.
Pertumbuhan tersebut juga didukung penguatan fundamental perusahaan. Langkah yang dilakukan mencakup tata kelola perusahaan, efisiensi operasional, disiplin underwriting, optimalisasi portofolio bisnis, manajemen risiko, hingga penguatan solvabilitas.
Upaya tersebut turut mendapat pengakuan dari pihak eksternal. Pada 22 Mei 2026, perusahaan meraih Indonesia Regulatory Compliance Award 2026 dari HukumOnline.com. Penghargaan lainnya yakni Indonesia Excellence GCG Awards 2026 dari Warta Ekonomi yang diterima pada 30 Juni 2026.
Dari sisi finansial, total aset pada Semester I 2026 tercatat Rp2,19 triliun. Sementara itu, rasio kecukupan modal atau Risk Based Capital (RBC) mencapai 1.958,03 persen, jauh di atas batas minimum 120 persen yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 total aset perusahaan mencapai Rp2,14 triliun dengan RBC sebesar 1.241,32 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022