Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 September 2026 | 23.08 WIB

Cerita Purbaya Kehilangan Berat Badan hampir 15 Kg akibat Beratnya jadi Menteri Keuangan

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, dalam jumpa media di Jakarta, Selasa (8/9). (Djati Waluyo/JawaPos.com) - Image

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, dalam jumpa media di Jakarta, Selasa (8/9). (Djati Waluyo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkap sejumlah tantangan selama menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Dia mengaku beban pekerjaan sebagai orang nomor satu di Kementerian Keuangan cukup berat hingga sempat membuat berat badannya turun drastis.

"Dukanya dulu. Nggak paling gampang kalau lihat badan saya. Pas jadi menteri saya 102 (kg), sekarang 97 (kg). Sebelumnya turun sampai 88 (kg). Berarti kerjanya memang berat ya, Kementerian Keuangan," ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Selasa (8/9).

Purbaya mengatakan kondisi ekonomi Indonesia dalam setahun terakhir relatif stabil meski masih menghadapi berbagai tekanan dan protes di masyarakat. Pemerintah, juga harus menghadapi sejumlah sentimen dari pasar dan lembaga pemeringkat internasional.

Dia menyinggung tekanan yang muncul setelah lembaga pemeringkat seperti Fitch Ratings dan Moody's Ratings memberikan perhatian terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

Setelah itu, muncul pula kekhawatiran pasar mengenai kemungkinan perubahan penilaian dari S&P Global Ratings. Purbaya menilai sejumlah kekhawatiran di pasar tidak selalu sesuai dengan pernyataan resmi lembaga pemeringkat.

"Walaupun S&P nggak ngasih sinyal negatif pertamanya, tapi orang di pasar gembar-gembor kita akan downgrade, bahkan stock market-nya menuju frontier. Padahal S&P nggak pernah ngomong gitu, yang saya tahu," ujarnya.

Menurutnya, setelah S&P memberikan penilaian, kondisi pasar kembali stabil. Purbaya menilai S&P justru melihat fondasi ekonomi Indonesia secara lebih objektif.

Namun, ia mengakui masih banyak persepsi di ruang publik yang menilai kondisi ekonomi Indonesia belum sepenuhnya membaik. Hal tersebut, menurutnya, masih menjadi tantangan dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore