Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 September 2026 | 21.12 WIB

Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Hilirisasi Kopi, Kakao, dan Kelapa

WISATA EDUKASI: Beberapa pohon kakao di Kampung Coklat, Blitar. Di sana, pengunjung bisa belajar tentang pembibitan, perawatan, hingga memanen buahnya. (Eko Hendri Saiful/Jawa Pos) - Image

WISATA EDUKASI: Beberapa pohon kakao di Kampung Coklat, Blitar. Di sana, pengunjung bisa belajar tentang pembibitan, perawatan, hingga memanen buahnya. (Eko Hendri Saiful/Jawa Pos)

JawaPos.com - Komoditas perkebunan seperti kopi, kakao, dan kelapa memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Potensi tersebut menjadi salah satu fokus dalam Sinara Fest 2026 yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama jajaran Kementerian Keuangan di Provinsi Jawa Tengah di Semarang pada 3-4 September 2026.

Kegiatan yang dikemas melalui edukasi, workshop, sosialisasi, dan mini bazar UMKM perkebunan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan pelaku usaha sekaligus membuka peluang pengembangan produk berbasis komoditas perkebunan. Sinara Fest 2026 mengusung tema Sinergi BPDP dan Kemenkeu Satu dalam Penguatan Kapasitas, Pemberdayaan dan Perluasan UMKM Perkebunan untuk Tumbuh, Tangguh dan Naik Kelas.

Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi untuk memperluas manfaat pengelolaan dana perkebunan kepada masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Direktur Manajemen Risiko dan Keuangan BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menyampaikan bahwa Sinara Fest diharapkan dapat menjadi wadah edukasi, promosi, sekaligus pemberdayaan bagi pelaku UMKM. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mendekatkan berbagai program BPDP kepada masyarakat.

“Melalui penguatan kapasitas dan perluasan akses, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan keberlangsungan usahanya, tetapi juga meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pasar, serta mengambil peran yang lebih besar dalam rantai nilai industri perkebunan nasional,” kata Zaid.

UMKM menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat, termasuk di Jawa Tengah. Di sisi lain, sejumlah komoditas perkebunan seperti kelapa, kakao, kopi, serta komoditas unggulan lainnya memiliki potensi untuk diolah menjadi beragam produk bernilai tambah.

Potensi tersebut perlu diikuti dengan inovasi dan peningkatan mutu produk. Penguatan pemasaran serta kapasitas sumber daya manusia juga diperlukan agar produk berbasis komoditas perkebunan mampu memiliki daya saing yang semakin kuat.

Untuk menjaga keberlanjutan sektor perkebunan, BPDP menjalankan sejumlah program. Di antaranya insentif biodiesel, pengembangan sumber daya manusia perkebunan, penelitian dan pengembangan, promosi produk perkebunan, penguatan hilirisasi, program bagi pekebun, hingga pemberdayaan UMKM.

Sementara dalam aspek pemberdayaan UMKM, BPDP mendorong pelaksanaan pelatihan, workshop, promosi, dan pendampingan. Berbagai kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas sekaligus daya saing produk yang dihasilkan pelaku usaha.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore