
pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup melemah seiring aksi ambil untung (profit taking) investor menjelang periode akhir pekan.
IHSG ditutup melemah 31,41 poin atau 0,47 persen ke posisi 6.636,48. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,18 poin atau 0,78 persen ke posisi 657,59.
"Kehati-hatian pasar seiring dengan sentimen pasar juga dibayangi aksi profit taking jelang akhir pekan ini," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Dari dalam negeri, Nico mengatakan pelaku pasar juga menantikan data domestik penting yang akan dirilis pada pekan depan, di antaranya data cadangan devisa dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Agustus 2026, serta penjualan ritel Juli 2026.
Selama pekan ini, ia menyebut kepercayaan pasar meningkat seiring transisi kepemimpinan yang lancar di Bank Indonesia (BI), yang mana Gubernur Destry Damayanti berjanji akan menerapkan kebijakan responsif untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
Dari mancanegara, bursa kawasan Asia menguat ditopang oleh berkurangnya ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed pada September 2026.
Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan bersedia untuk mendukung kebijakan tingkat suku bunga untuk tetap stabil, apabila tekanan terhadap inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda dan The Fed lebih cenderung untuk mempertahankan tingkat suku bunga daripada menaikkannya pada September 2026.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 0,64 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 0,30 persen dan 0,22 persen.
Sedangkan delapan sektor melemah yaitu sektor teknologi yang turun paling dalam sebesar 1,02 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen primer yang turun masing-masing sebesar 0,91 persen dan 0,89 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
