
Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) kembali menggelar Indosolar 2026 pada 19–20 Agustus 2026 di Fairmont Hotel, Jakarta. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) kembali menggelar Indosolar 2026 pada 19–20 Agustus 2026 di Fairmont Hotel, Jakarta. Agenda yang memasuki tahun ketiga ini diselenggarakan beriringan dengan Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026.
Indosolar 2026 digelar ketika pemerintah tengah mendorong pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari strategi mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Dalam RUPTL 2025–2034, energi surya menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang memperoleh porsi pengembangan besar.
AESI menilai pencapaian sasaran tersebut tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Kesiapan proyek, pendanaan, teknologi, industri, hingga tenaga kerja perlu berjalan secara beriringan agar potensi energi surya dapat diwujudkan menjadi proyek yang nyata.
Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari mengatakan peluang pengembangan energi surya di Indonesia semakin terbuka seiring besarnya potensi pasar dan target pemerintah.
“Dukungan terhadap pengembangan energi surya di Indonesia semakin kuat, ditandai dengan target pemerintah yang ambisius dan potensi pasar yang besar. Di sisi lain, kita perlu memastikan bahwa seluruh bagian dari ekosistem dapat bergerak bersama, mulai dari kesiapan proyek, akses pembiayaan, teknologi, hingga kapasitas industri dan sumber daya manusia,” ujar Mada, Selasa (18/8).
Indosolar 2026 menjadi forum yang mempertemukan berbagai pihak dalam industri energi surya, mulai dari pemerintah, perusahaan, investor, lembaga keuangan, akademisi, mitra pembangunan, hingga penyedia teknologi.
Sejumlah agenda disiapkan dalam acara tersebut, termasuk sesi pleno, diskusi teknis, pameran, serta business matchmaking. Pembahasannya mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan industri surya, seperti regulasi, investasi, pembiayaan, rantai pasok, teknologi, hingga kebutuhan tenaga kerja.
Kolaborasi Indosolar dengan ISEW 2026 juga membuka ruang lebih luas untuk membahas peluang kerja sama internasional dalam mendukung transisi energi Indonesia.
Private Sector Cooperation Lead - Energy Programme, GIZ Indonesia & ASEAN, Atiek Puspa Fadhilah mengatakan hubungan Indonesia dan Jerman dalam isu transisi energi telah terjalin selama tiga dekade. Menurutnya, kerja sama tersebut kini tidak hanya diarahkan pada aspek kebijakan, tetapi juga implementasi dan penguatan hubungan ekonomi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022