
Ilustrasi cukai rokok. (JawaPos.com)
JawaPos.com - Wacana relaksasi produksi rokok melalui penambahan layer tarif cukai baru dinilai berisiko menekan penerimaan negara.
Senior Researcher Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Vid Adrison menilai, wacana pembentukan lapisan tarif baru belum tentu mampu menyelesaikan persoalan rokok ilegal.
Menurut dia, praktik produksi ilegal tidak semata-mata disebabkan oleh struktur golongan tarif, melainkan berkaitan dengan kepatuhan pelaku usaha dan efektivitas penegakan hukum.
Baca Juga:ETF Emas Resmi Meluncur di BEI, Pegadaian Jadi Satu-satunya Bullion Bank Underlying Provider ETF Ema
"Penambahan lapisan tarif justru berpotensi menciptakan kompleksitas baru tanpa memberikan solusi yang signifikan terhadap peredaran rokok ilegal," kata Vid di Jakarta, Senin (10/8).
Pemerintah, kata dia, seharusnya tetap menempatkan fungsi pengendalian konsumsi sebagai tujuan utama kebijakan cukai.
Dia mengingatkan bahwa cukai pada dasarnya merupakan instrumen untuk mengendalikan konsumsi barang yang berdampak negatif terhadap kesehatan. Sementara fungsi penerimaan negara merupakan konsekuensi dari kebijakan tersebut.
"Instrumen yang paling efektif untuk pengendalian adalah tarif cukai dan harga minimum. Ketika harga rokok menjadi lebih murah karena adanya ruang tarif yang lebih rendah, konsumen akan semakin terdorong melakukan downtrading. Akibatnya konsumsi meningkat, sementara penerimaan negara justru berpotensi menurun," ujar Vid Adrison.
Karena itu, Vid menilai setiap usulan perubahan batas produksi maupun struktur tarif cukai perlu mempertimbangkan dampaknya secara menyeluruh. Baik terhadap optimalisasi penerimaan negara, persaingan usaha, maupun efektivitas pengendalian konsumsi rokok.
"Kebijakan yang hanya berfokus pada aspek industri tanpa memperhitungkan implikasi fiskal dan kesehatan masyarakat berisiko menghasilkan dampak yang berlawanan dengan tujuan awal kebijakan," ucap Vid Adrison.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022