
Ilustrasi vape or electric cigarette. (Pixabay/Antara)
JawaPos.com - Berbagai penelitian ilmiah dari dalam dan luar negeri terus mengkaji dampak kesehatan produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik (vape), produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin.
Mayoritas penelitian tersebut berfokus pada dua pertanyaan utama yang kerap diajukan publik. Yakni apakah produk tersebut memiliki paparan zat berbahaya yang lebih rendah dibanding rokok konvensional dan sejauh mana potensinya membantu perokok dewasa berhenti atau beralih dari kebiasaan merokok.
Hasil sejumlah kajian menunjukkan adanya penurunan paparan berbagai zat toksikan dibandingkan rokok yang dibakar. Namun, para peneliti menegaskan, produk tembakau alternatif bukan produk yang bebas risiko.
Baca Juga:Kenali Penyebab dan Jenis Gangguan Penyakit Katup Jantung, Gejalanya Bisa Sesak hingga Kaki Bengkak
Penggunaannya tetap harus dipandang sebagai pendekatan pengurangan dampak (harm reduction) bagi perokok dewasa, bukan untuk mendorong orang yang tidak merokok mulai menggunakannya.
Sejumlah penelitian dari Inggris, Swiss hingga Indonesia menjadi rujukan yang sering dikutip dalam pembahasan ilmiah mengenai produk tembakau alternatif. Berikut beberapa temuan penting dari berbagai studi tersebut.
Salah satu kajian yang banyak dijadikan referensi adalah Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products yang diterbitkan UK Health Security Agency (UKHSA) pada 2018.
Baca Juga:Penyakit Almarhum Yurizal Peserta BPJS yang Menunggu 8 Jam: Tak Bisa Digabung dengan Pasien Lain
Kajian tersebut menyimpulkan bahwa rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan memiliki profil risiko sekitar 90-95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.
Penilaian itu didasarkan pada karakteristik kedua produk yang tidak menggunakan proses pembakaran, sehingga tidak menghasilkan TAR dan berbagai senyawa berbahaya yang umumnya terdapat dalam asap rokok.
Temuan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar berkembangnya berbagai penelitian lanjutan mengenai konsep tobacco harm reduction atau pengurangan dampak buruk akibat penggunaan tembakau.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
