Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Agustus 2026 | 00.01 WIB

4 Riset Ungkap Fakta Vape dan Produk Tembakau Alternatif, Apa Temuannya?

Ilustrasi vape or electric cigarette. (Pixabay/Antara) - Image

Ilustrasi vape or electric cigarette. (Pixabay/Antara)

JawaPos.com - Berbagai penelitian ilmiah dari dalam dan luar negeri terus mengkaji dampak kesehatan produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik (vape), produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin.

Mayoritas penelitian tersebut berfokus pada dua pertanyaan utama yang kerap diajukan publik. Yakni apakah produk tersebut memiliki paparan zat berbahaya yang lebih rendah dibanding rokok konvensional dan sejauh mana potensinya membantu perokok dewasa berhenti atau beralih dari kebiasaan merokok.

Hasil sejumlah kajian menunjukkan adanya penurunan paparan berbagai zat toksikan dibandingkan rokok yang dibakar. Namun, para peneliti menegaskan, produk tembakau alternatif bukan produk yang bebas risiko.

Penggunaannya tetap harus dipandang sebagai pendekatan pengurangan dampak (harm reduction) bagi perokok dewasa, bukan untuk mendorong orang yang tidak merokok mulai menggunakannya.

Sejumlah penelitian dari Inggris, Swiss hingga Indonesia menjadi rujukan yang sering dikutip dalam pembahasan ilmiah mengenai produk tembakau alternatif. Berikut beberapa temuan penting dari berbagai studi tersebut.

Kajian Inggris: Paparan Zat Berbahaya Dinilai Lebih Rendah

Salah satu kajian yang banyak dijadikan referensi adalah Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products yang diterbitkan UK Health Security Agency (UKHSA) pada 2018.

Kajian tersebut menyimpulkan bahwa rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan memiliki profil risiko sekitar 90-95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.

Penilaian itu didasarkan pada karakteristik kedua produk yang tidak menggunakan proses pembakaran, sehingga tidak menghasilkan TAR dan berbagai senyawa berbahaya yang umumnya terdapat dalam asap rokok.

Temuan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar berkembangnya berbagai penelitian lanjutan mengenai konsep tobacco harm reduction atau pengurangan dampak buruk akibat penggunaan tembakau.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore