
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi. (dok. Jawa Pos/Muhamad Ali)
JawaPos.com - Pemerintah Indonesia masih harus menghadapi sejumlah tantangan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen di 2026. Terutama menjadikan belanja pemerintah dan stimulus semester kedua berjalan efektif.
Hal itu disampaikan Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, memandang realisasi pertumbuhan ekonomi saat ini.
Ia mengatakan, pada prinsipnya target pertumbuhan 2026 di kisaran 5,4 persen persen masih mungkin dicapai.
Hanya saja, tantangannya ada pada ketahanan permintaan domestik dan kondisi global.
Daya beli kelas menengah yang belum pulih dapat membatasi konsumsi, sementara tekanan geopolitik, harga komoditas, dan perlambatan ekonomi negara mitra dagang bisa menahan ekspor.
“Bank Indonesia sendiri masih menggunakan kisaran pertumbuhan 4,9 hingga 5,7 persen, yang menunjukkan pandangan lebih hati hati,” ujar Yusuf kepada JawaPos.com, Jumat (7/8).
Ia mengatakan, pemerintah harus memperhatikan pertumbuhan yang berkualitas dan merata, bukan hanya berfokus terhadap angka sebesar 5 hingga 6 persen.
Pasalnya, ketika pertumbuhan banyak ditopang belanja pemerintah dan investasi publik, sementara rumah tangga kelas menengah masih menahan konsumsi, manfaat pertumbuhan belum sepenuhnya dirasakan secara luas.
“Tingginya pekerja informal, penyusutan kelas menengah, konsumsi yang defensif, dan PHK di sektor tertentu menunjukkan masih adanya persoalan struktural,” ujarnya.
Untuk itu, kebijakan pemerintah perlu lebih diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada stimulus jangka pendek dan memperkuat sumber pertumbuhan yang berkelanjutan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022