
Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali menguat pada perdagangan Senin (3/8), setelah ditutup menguat sebesar 0,80 persen ke level 6,236 pada perdagangan Jumat (31/7).
MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian awal dari wave v dari wave (c) dari wave [iv], hal tersebut berarti IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target 6,352-6,545. Namun, investor perlu mencermati akan adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6,108-6,187.
Adapun level support IHSG berada di 6,029, 5,839. Sementara itu, level resistance berada di 6,266 dan 6,377.
Baca Juga:Kepuasan Publik Terhadap Presiden Prabowo Disebut Menurun, Istana Pastikan Lakukan Pembenahan
MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk dicermati pada, yakni PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Trading Buy untuk saham BRMS. Pada perdagangan terakhir, saham BRMS menguat 0,90 persen ke level 560, namun disertai munculnya tekanan jual. Meski demikian, pergerakannya masih mampu bertahan di atas MA20. MNC Sekuritas memperkirakan posisi BRMS saat ini sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave 2.
Investor dapat melakukan Trading Buy pada kisaran 540-560, dengan target harga 595 hingga 605 dan stop loss di bawah 535.
Sementara itu, saham ENRG juga direkomendasikan Buy on Weakness. Saham ENRG menguat 0,78 persen ke level 1.290, namun penguatannya disertai tekanan jual. MNC Sekuritas memperkirakan posisi ENRG saat ini sedang berada pada awal wave 1 dari wave (C) dari wave [B].
Investor dapat melakukan Buy on Weakness pada kisaran 1.230-1.275, dengan target harga 1.455 hingga 1.610 dan stop loss di bawah 1.205.
Untuk saham MBMA, MNC Sekuritas juga merekomendasikan strategi Buy on Weakness. Saham MBMA menguat 3,48 persen ke level 505 dan disertai peningkatan volume pembelian. Namun, penguatannya masih tertahan oleh cluster MA20 dan MA60. MNC Sekuritas memperkirakan posisi MBMA saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave [iii] dari wave C.
Investor dapat melakukan Buy on Weakness pada kisaran 482-500, dengan target harga 540 hingga 580 dan stop loss di bawah 474.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
