
Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali melemah pada perdagangan Kamis (30/7), setelah ditutup melemah sebesar 0,64 persen ke level 6,091 pada perdagangan Rabu (29/7).
MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) dari wave [iv], cermati area 5,970-6,029 sebagai area koreksinya. Adapun kami perkirakan, area penguatan terdekatnya berada di 6,147-6,219.
Adapun level support IHSG berada di 6,007, 5,839. Sementara itu, level resistance berada di 6,266 dan 6,377.
MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini, yakni PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness untuk saham ESSA. Pada perdagangan terakhir, saham ESSA menguat 1,65 persen ke level 615 dan disertai dengan munculnya volume pembelian.
Pergerakannya juga masih mampu berada di atas MA20. MNC Sekuritas memperkirakan posisi ESSA saat ini sedang berada pada bagian akhir dari wave [b] dari wave B, sehingga rawan terkoreksi membentuk wave [c].
Investor dapat melakukan Buy on Weakness pada kisaran 570-590 dengan target harga 670 hingga 695 dan stop loss di bawah 555.
Sementara itu, saham INCO juga direkomendasikan Buy on Weakness. Saham INCO terkoreksi 2,32 persen ke level 4.640 dan disertai munculnya tekanan jual. Pergerakannya pun kembali berada di bawah MA20. MNC Sekuritas memperkirakan posisi INCO saat ini sedang berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [c].
Investor dapat melakukan Buy on Weakness pada kisaran 4.370-4.560 dengan target harga 5.075 hingga 5.425 dan stop loss di bawah 4.240.
Untuk saham INDF, MNC Sekuritas juga merekomendasikan strategi Buy on Weakness. Saham INDF menguat 0,36 persen ke level 6.875 dan disertai munculnya volume pembelian. Pergerakannya pun masih mampu berada di atas MA200. MNC Sekuritas memperkirakan posisi INDF sedang berada pada bagian awal dari wave (c) dari wave [b].

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
