Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Juli 2026 | 20.40 WIB

Pengamat: Pengunduran Diri Gubernur BI Tak Jadi Penyebab Utama IHSG Turun

Petugas memberi penjelasan kepada mahasiswa mengenai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Petugas memberi penjelasan kepada mahasiswa mengenai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pengamat Pasar Modal, Reza Priyambada, menilai mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, tidak akan berdampak signifikan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Dia menjelaskan, dalam beberapa waktu terakhir kondisi IHSG yang melemah terjadi akibat adanya aksi profit taking atau aksi menjual yang dilakukan oleh sejumlah investor.

“Pelaku pasar, untuk saat ini cenderung melakukan aksi profit taking. Misalkan hari ini IHSG mengalami pelemahan kita belum bisa juga mengatakan bahwa 100 persen karena pengunduran diri Pak Perry (Gubernur BI),” ujar Reza kepada JawaPos.com, Senin (27/7).

Reza mengatakan, untuk melihat pergerakan IHSG tidak bisa disimpulkan karena adanya satu faktor. Menurutnya, dinamika pasar saham merupakan hasil kombinasi berbagai sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Bisa jadi pengunduran diri Pak Perry itu hanya sebagian kecil dari sentimen yang ada, tapi bukan berarti kita bisa mengatakan bahwa hari ini IHSG turun karena pengunduran diri Pak Perry," ujarnya.

Ia menambahkan, pelaku pasar juga mencermati berbagai faktor lain, seperti perkembangan ekonomi global, arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia, kondisi geopolitik, hingga sentimen domestik yang memengaruhi keputusan investasi di pasar modal.

Lanjutnya, pengunduran diri Perry dari Gubernur BI juga membuat pelaku pasar bertanya-tanya karena tidak adanya kejaidan besar yang tengah terjadi saat ini. Hal tersebut diperkuat dengan adanya keponakan dari Presiden Prabowo Subianto yaitu Thomas Djiwandono di dalam Dewan Gubernur BI.

Menurutnya, kejadian tersebut menimbulkan presepsi pasar akan kemungkinan dari Thomas yang akan menjadi Gubernur BI selanjutnya setelah pelaksana tugas diemban oleh Destry Damayanti.

“Jangan-jangan nanti yang menggantikan adalah ponakanya (Thomas Djiwandono) secara definitive. Ya kita tidak taju kedepan itu apakan akan jadi seperti itu. Ini kan agak kurang baik kalau spekulasi ini beredar di market,” ucapnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore