
Petugas menata barang bukti berupa mata uang Dolar Amerika hasil penegahan di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (25/06/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kepala Ekonom PermataBank Josua Pardede menilai langkah pemerintah Indonesia untuk menerbitkan Panda Bond relevan ketika pasar dolar Amerika Serikat (AS) sedang menghadapi tekanan suku bunga tinggi, penguatan dolar, dan ketidakpastian geopolitik.
“Keuntungan utama obligasi Panda bukan sekadar memperoleh dana dalam renminbi, melainkan mengurangi ketergantungan Indonesia pada satu pasar, satu mata uang, dan satu kelompok investor,” kata Josua dikutip dari Antara, Jumat (24/7).
Ia menjelaskan, obligasi Panda juga memberi Indonesia akses langsung kepada bank, perusahaan asuransi, dana pensiun, dan pengelola dana di pasar domestik Tiongkok.
Jika penerbitan ini berhasil, pemerintah dapat membentuk kurva acuan surat utang Indonesia dalam renminbi yang kelak memudahkan penerbitan berikutnya oleh pemerintah, badan usaha milik negara, maupun perusahaan Indonesia yang memiliki hubungan usaha dengan Tiongkok.
Menurut Josua, manfaat strategisnya cukup kuat karena Tiongkok merupakan tujuan ekspor nonmigas terbesar Indonesia, mencapai USD 28,54 miliar selama Januari–Mei 2026. Bank Indonesia (BI) juga sedang memperluas transaksi renminbi terhadap rupiah dan memberikan insentif bagi transaksi mata uang lokal untuk perdagangan dan investasi.
Namun, ia mengingatkan bahwa penerbitan dalam renminbi tidak menghapus risiko nilai tukar, tetapi hanya mengalihkan sebagian risiko dari dolar AS ke renminbi.
Besarnya perdagangan Indonesia dengan Tiongkok memang mendukung pembentukan pasar renminbi, tetapi tidak otomatis menjadi lindung nilai alami bagi APBN karena sebagian besar penerimaan pemerintah tetap dalam rupiah.
“Oleh sebab itu, keuntungan diversifikasi baru benar-benar kuat apabila pemerintah memiliki pengelolaan kas renminbi, transaksi pertukaran mata uang, atau kebutuhan pembayaran dalam renminbi yang memadai,” jelas Josua.
Ia menambahkan bahwa potensi memperoleh biaya pinjaman yang lebih rendah cukup besar. Pengalaman penerbitan obligasi Dim Sum menunjukkan bahwa biaya nominal pendanaan renminbi jauh lebih rendah daripada dolar AS.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022