
Pertemuan UB, perwakilan ESDM, dan CNGR, untuk hilirisasi mineral melalui riset, inovasi, dan pengembangan SDM unggul. (Istimewa)
JawaPos.com - Universitas Brawijaya (UB) mulai mematangkan kerja sama strategis dengan CNGR Indonesia dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta riset yang dibutuhkan dalam percepatan hilirisasi industri mineral nasional.
Kolaborasi UB dengan CNGR Indonesia dan Kementerian ESDM itu membuka peluang pembentukan program studi baru yang berfokus pada teknologi material maju (advanced materials). Langkah tersebut dibahas dalam rangkaian pertemuan selama dua hari di Kampus Universitas Brawijaya, Malang.
Kerja sama yang tengah disiapkan tidak hanya mencakup riset dan pendidikan, tetapi juga pengembangan masyarakat serta penyelarasan kebutuhan industri dengan dunia akademik. Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo menilai, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda strategis pemerintah.
Baca Juga:Mendikdasmen Abdul Mu’ti Puji Model Pendidikan Holistik Pesantren, Siap Dukung GIHES 2026 di Jakarta
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Widodo menyambut baik rencana kerja sama tripartit bersama CNGR Indonesia dan Kementerian ESDM. Sebagai tindak lanjut, UB menjajaki pembukaan program studi baru yang berfokus pada teknologi material maju untuk memperkuat kompetensi lulusan di bidang industri strategis.
Selain itu, dia juga memaparkan rencana pengembangan kampus baru UB di Kepanjen, Kabupaten Malang, yang diproyeksikan menjadi pusat pendidikan bagi fakultas dan program studi berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Audiensi dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Internasionalisasi UB Prof. Andi Kurniawan, Sekretaris Direktorat Kerja Sama UB P.M. Erza Killian, serta perwakilan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM sekaligus Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional Moch. Syamsul Hadi.
Pada hari kedua, diisi rapat koordinasi yang melibatkan berbagai fakultas, jurusan, dan program studi di lingkungan UB. Forum tersebut digunakan untuk memetakan potensi kolaborasi jangka panjang yang selaras dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Hasil pertemuan menunjukkan respons positif dari sivitas akademika. UB berencana membentuk satuan tugas (satgas) lintas disiplin yang akan bekerja bersama tim CNGR Indonesia untuk menyusun peta jalan (road map) kerja sama beserta rencana implementasinya. Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada paruh kedua 2026.
Di saat yang sama, dua kelompok kerja teknis juga dibentuk untuk menyiapkan draf Memorandum of Understanding (MoU) serta merancang dashboard program Community Development sebagai bagian dari implementasi kerja sama.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
