Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Juli 2026 | 00.04 WIB

Belanja Negara Melampaui Target, Menkeu Purbaya Proyeksikan Defisit APBN Melebar jadi 2,85 Persen dari PDB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) memproyeksikan defisit APBN melebar ke 2,85 persen dari PDB, melebihi target 2,68 persen. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) memproyeksikan defisit APBN melebar ke 2,85 persen dari PDB, melebihi target 2,68 persen. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada akhir tahun anggaran 2026 melebar menjadi Rp 734,3 triliun atau 2,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Dalam APBN 2026, defisit ditargetkan sebesar Rp 689,1 triliun atau 2,68 persen dari PDB.

"Outlook defisit APBN tercatat sebesar Rp 734,3 triliun dengan persentase sebesar 2,85 persen terhadap PDB," kata Purbaya dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa (7/7).

Pelebaran defisit dipengaruhi oleh progres penyaluran belanja negara yang diperkirakan melampaui target yang telah ditetapkan. Kementerian Keuangan memproyeksikan belanja negara akan terealisasi sebesar Rp 3.942,4 triliun, setara 102,6 persen dari target awal Rp 3.842,7 triliun.

Percepatan belanja lebih besar terjadi pada belanja pemerintah pusat yang diperkirakan tersalurkan sebesar Rp 3.245,5 triliun pada akhir tahun, setara 103 persen dari target awal Rp 3.149,7 triliun.

Rinciannya, belanja kementerian/lembaga (K/L) diperkirakan mencapai Rp 1.630,4 triliun atau 107,9 persen dari pagu Rp 1.510,5 triliun. Sementara belanja non-K/L diproyeksikan mencapai Rp 1.615,1 triliun atau 98,5 persen dari Rp 1.639,2 triliun.

Sedangkan realisasi transfer ke daerah diperkirakan hampir menyamai target yang ditetapkan, yakni sebesar Rp 696,9 triliun atau 100,6 persen dari target Rp 693 triliun.

Selain belanja negara, pendapatan negara juga diperkirakan melampaui target APBN 2026, dengan proyeksi Rp 3.208,1 triliun atau 101,7 persen dari pagu Rp 3.153,6 triliun.

Penerimaan perpajakan diproyeksikan mencapai Rp 2.631,4 triliun atau 97,7 persen dari pagu Rp 2.693,7 triliun, terdiri atas penerimaan pajak Rp 2.310,8 triliun (98 persen dari pagu Rp 2.357,7 triliun) serta kepabeanan dan cukai Rp 320,6 triliun (95,4 persen dari pagu Rp 336 triliun).

Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diperkirakan melampaui target awal dengan nilai Rp 575,1 triliun atau 125,2 persen dari pagu Rp 459,2 triliun.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore