
ILUSTRASI. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik. (Istimewa)
JawaPos.com - Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai percepatan proses perizinan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) merupakan jawaban untuk menjaga daya saing Indonesia sekaligus menggerakkan investasi baru.
Sebagaimana diketahui berdasarkan data S&P Global Indonesia Manufacturing PMI menunjukkan indeks manufaktur Indonesia pada Juni 2026 berada di level 46,9, turun dari 50,0 pada Mei atau menandakan sektor manufaktur berada dalam fase kontraksi.
Ketua Umum HKI, Akhmad Maruf Maulana, mengatakan minat investasi ke Indonesia masih terjaga meski sektor manufaktur mengalami tekanan. Hal tersebut tercermin dari munculnya berbagai usulan pengembangan dan perluasan KEK di sejumlah daerah.
"Saat aktivitas manufaktur sedang melambat, justru kita perlu mempercepat lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu instrumen yang paling efektif adalah mempercepat proses perizinan KEK sehingga investasi dapat segera terealisasi dan menciptakan aktivitas ekonomi baru," ujar Akhmad dalam keterangan yang diterima, Senin (6/7).
Akhmad mengatakan, sampai dengan saat ini terdapat setidaknya delapan KEK tengah melakukan sejumlah usulan dan perluasan KEK sedang melakukan proses kepada pemerintah.
Adapun, delapan kek tersebut diantaranya KEK Wiraraja Madura yang dikembangkan PT Wiraraja Madura Internasional, KEK Digital Bekasi oleh PT Daybreak Digital, KEK Industri Halal Sidoarjo oleh PT Makmur Berkah Amanda Tbk, KEK Batuta Chemical Industrial Park (BCIP) di Kalimantan Timur, KEK Patimban di Kabupaten Subang, KEK Subang, KEK Mangkupadi di Kalimantan Utara, serta perluasan KEK Nongsa di Batam.
Menurutnya, , meningkatnya usulan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap prospek Indonesia masih kuat. Namun, momentum tersebut dinilai perlu dijaga melalui proses evaluasi dan perizinan yang cepat, transparan, serta memberikan kepastian hukum.
"Kami berharap pemerintah dapat mempercepat seluruh proses evaluasi dan perizinan KEK tanpa mengurangi kualitas kajian. Kepastian waktu menjadi salah satu faktor utama dalam keputusan investasi. Semakin cepat investasi berjalan, semakin cepat pula lapangan kerja tercipta, kapasitas produksi bertambah, dan roda perekonomian bergerak," ucapnya.
Dia melanjutkan, percepatan pembangunan KEK akan memberikan dampak berganda bagi perekonomian nasional, mulai dari peningkatan investasi, penguatan hilirisasi industri, pertumbuhan ekspor, penciptaan lapangan kerja, hingga pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
