
Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/7). (Djati Waluyo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, mencatat terdapat tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis industri manufaktur mengajukan perluasan lahan kepada pemerintah.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan pengajuan tersebut dikarenakan lahan yang tersedia hampir terisi penuh. Adapun, tiga KEK tersebut diantaranya KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang.
“Jadi ada permohonan perluasan lahan dan pengembangan kawasan, rata-rata 2 kali lipat yang ada sekarang. Kenapa? Karena yang ada sekarang sudah full utilized,” ujar Susi dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/7).
Susi mengatakan, tingginya tingkat okupansi kawasan membuat sejumlah investor baru harus mengantre karena keterbatasan lahan. Pemerintah pun kini menyiapkan pengembangan kawasan agar investasi yang telah masuk dalam antrean dapat segera direalisasikan.
"Itu membuktikan bahwa investasi yang betul-betul riil di industri manufaktur masih sangat menjanjikan di Indonesia. Hampir semua KEK mengajukan, khususnya yang industry manufaktur besar," ucapnya.
Ia mengatakan, pemerintah telah menerima konfirmasi potensi investasi sekitar Rp 846 triliun yang diperkirakan akan masuk ke kawasan ekonomi khusus dalam beberapa tahun mendatang.
Menurutnya, tingginya permintaan perluasan kawasan menunjukkan bahwa iklim investasi Indonesia masih menarik bagi investor, khususnya foreign direct investment (FDI) di sektor manufaktur.
“Iklim investasi di Indonesia masih sangat kondusif, dan masih sangat menarik bagi investasi secara langsung, foreign direct investment, khususnya di industri manufaktur,” ucapnya.
Selain tingginya minat investor, pemerintah juga mencatat realisasi investasi di seluruh kawasan ekonomi khusus terus meningkat. Hingga triwulan I 2026, investasi kumulatif di seluruh KEK telah mencapai sekitar Rp 353,3 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 266 ribu orang.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
