
ILUSTRASI. Krisis ekonomi di Venezuela, toko-toko sampai kehabisan stok barang. (istimewa)
JawaPos.com - Ekonom Centre of Reform on Economics (CORE) Indonesia menilai kondisi perekonomian nasional saat ini sudah memasuki fase yang layak menjadi alarm menuju krisis, seiring melemahnya tiga penopang utama pertumbuhan ekonomi, yakni konsumsi rumah tangga, investasi, dan net ekspor.
Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan bahwa kondisi tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi tekanan pada berbagai sektor yang kini terjadi secara bersamaan.
"Menurut saya kondisi ini layak menjadi alarm, bukan karena fundamental ekonomi sedang menuju krisis, tetapi karena ruang untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi semakin sempit," ujar Yusuf kepada JawaPos.com Sabtu (4/7).
Yusuf mengatakan, dalam struktur produk domestik bruto (PDB), pelemahan net ekspor seharusnya dapat ditopang oleh konsumsi atau investasi. Namun, kedua komponen tersebut saat ini juga berada dalam tekanan.
Selain itu, konsumsi rumah tangga melemah akibat inflasi yang meningkat, sementara investasi menghadapi tantangan karena kebijakan suku bunga yang harus tetap tinggi untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.
"Masalahnya, konsumsi sedang tertekan oleh inflasi yang meningkat, sementara investasi juga menghadapi tantangan karena suku bunga harus tetap tinggi untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi," ujarnya.
Di sisi lain, sektor manufaktur masih berada dalam fase kontraksi, sementara tekanan di pasar tenaga kerja belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Yusuf mengatakan, ketika tiga mesin utama pertumbuhan ekonomi melemah secara bersamaan, maka pencapaian target pertumbuhan ekonomi menjadi semakin sulit dicapai.
Untuk itu, Ia mendorong pemerintah agar kebijakan ekonomi ke depan tidak hanya perlu berfokus pada stabilitas jangka pendek, tetapi juga pada perbaikan struktural, terutama di sektor minyak dan gas (migas) serta penguatan basis industri manufaktur.
“Kebijakan seharusnya tidak hanya menjaga stabilitas jangka pendek, tetapi juga memperbaiki persoalan struktural di sektor migas dan memperkuat basis manufaktur agar pelemahan rupiah benar benar dapat diterjemahkan menjadi peningkatan daya saing ekspor,” ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
