
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah memastikan kondisi ekonomi Indonesia masih berada di jalur yang aman. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan indikator makroekonomi nasional tetap solid sehingga jauh dari potensi krisis ekonomi di tengah tekanan global.
Ia mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tertetkan cukup dalam bukan dikarenakan faktor fundamental ekonomi Indonesia.
“Itu bukan karena fondasi ekonomi yang jelek, tapi karena sentimen yang berlebihan di pasar, di kalangan pengamat yang mungkin nggak ngerti ekonomi, mereka bilang kita mau hancur,” ujar Purbaya dikutip dari akun YouTube @curhatbang Deny Soemargo, dikutip Jumat (3/7).
Purbaya mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia yang masih kuat tergambar dari angka pertumbuhan ekonomi masih diatas 5 persen, inflasi masih dibawah ambang batas sebesar 3,8 persen, dan rasio utang masih dibawah 40 persen.
Ia menjelaskan, dengan positifnya angka dari makro ekonomi Indonesia maka tidak benar jika kehidupan sehari-hari masyarakat dalam kondisi susah.
“Jadi nggak bener kalau orang bilang angka ekonomi bagus tapi kehidupan sehari-hari susah. Mungkin belum sesenang yang mereka harapkan,” ujarnya.
Ia menyebut, dirinya sering mengunjungi sejumlah pasar dan melihat kondisi lalu lintas untuk melihat situasi dan kondisi perekonomian masayrakat secara langsung.
Selain itu, Purbaya juga memerintahkan pegawai Kemenkeu turun ke sejumlah pasar dan pusat perbelanjaan guna melihat pergerakan ekonomi langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Jadi saya ambil titik-titik yang ini dan saya sebar anak buah saya juga suruh lihat gimana keadaannya sih, masih rame nggak. Masih rame, Jogja macet, Surabaya macet, pasar ini di sini macet, sini macet. Gitu jadi mungkin ada kondisi yang belum sebagus yang diharapkan,” ucapnya.
Sebagaiman diketahui, Ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada kuartal I 2026, ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,52 persen dan menyumbang 54,36 persen terhadap PDB.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
