Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juli 2026 | 21.58 WIB

Purbaya : Sentimen Pasar Berlebihan, Ekonomi Indonesia Tetap di Jalur Aman

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah memastikan kondisi ekonomi Indonesia masih berada di jalur yang aman. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan indikator makroekonomi nasional tetap solid sehingga jauh dari potensi krisis ekonomi di tengah tekanan global.

Ia mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tertetkan cukup dalam bukan dikarenakan faktor fundamental ekonomi Indonesia.

“Itu bukan karena fondasi ekonomi yang jelek, tapi karena sentimen yang berlebihan di pasar, di kalangan pengamat yang mungkin nggak ngerti ekonomi, mereka bilang kita mau hancur,” ujar Purbaya dikutip dari akun YouTube @curhatbang Deny Soemargo, dikutip Jumat (3/7).

Purbaya mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia yang masih kuat tergambar dari angka pertumbuhan ekonomi masih diatas 5 persen, inflasi masih dibawah ambang batas sebesar 3,8 persen, dan rasio utang masih dibawah 40 persen.

Ia menjelaskan, dengan positifnya angka dari makro ekonomi Indonesia maka tidak benar jika kehidupan sehari-hari masyarakat dalam kondisi susah.

“Jadi nggak bener kalau orang bilang angka ekonomi bagus tapi kehidupan sehari-hari susah. Mungkin belum sesenang yang mereka harapkan,” ujarnya.

Ia menyebut, dirinya sering mengunjungi sejumlah pasar dan melihat kondisi lalu lintas untuk melihat situasi dan kondisi perekonomian masayrakat secara langsung.

Selain itu, Purbaya juga memerintahkan pegawai Kemenkeu turun ke sejumlah pasar dan pusat perbelanjaan guna melihat pergerakan ekonomi langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Jadi saya ambil titik-titik yang ini dan saya sebar anak buah saya juga suruh lihat gimana keadaannya sih, masih rame nggak. Masih rame, Jogja macet, Surabaya macet, pasar ini di sini macet, sini macet. Gitu jadi mungkin ada kondisi yang belum sebagus yang diharapkan,” ucapnya.

Sebagaiman diketahui, Ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada kuartal I 2026, ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,52 persen dan menyumbang 54,36 persen terhadap PDB.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore