Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juli 2026 | 02.19 WIB

Ekonomi Sirkular Diyakini Mampu Kurangi Timbunan Sampah dan Ciptakan Peluang Pertumbuhan Ekonomi

Diskusi Circular Economy in Action: Sinergi Kemitraan Multisektoral dalam Akselerasi Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan memperingati Hari Lingkungan Hidup Dunia 2026. (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Diskusi Circular Economy in Action: Sinergi Kemitraan Multisektoral dalam Akselerasi Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan memperingati Hari Lingkungan Hidup Dunia 2026. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Penerapan ekonomi sirkular menjadi solusi untuk mengurangi timbunan sampah. Selain itu mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Pendekatan ini mendorong material agar tetap berada dalam siklus penggunaan melalui pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang. Sehingga nilai ekonominya dapat terus dimanfaatkan.

Isu tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk Circular Economy in Action: Sinergi Kemitraan Multisektoral dalam Akselerasi Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan, memperingati Hari Lingkungan Hidup Dunia 2026. 

Dalam kehidupan sehari-hari, konsep ekonomi sirkular dinilai dapat dimulai dari langkah sederhana. Seperti memilah sampah dari rumah dan menyalurkan kemasan bekas ke bank sampah atau jalur pengumpulan yang tepat.

Dengan cara tersebut, kemasan pasca konsumsi tidak berakhir sebagai limbah, tetapi dapat diolah kembali menjadi bahan baku maupun produk baru. Direktur Ekonomi Sirkular dan Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup Agus Rusly menegaskan, transformasi dari sistem pengelolaan sampah linear menuju ekonomi sirkular menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan sampah di Indonesia.

Menurut dia, Indonesia terus memperkuat transformasi pengelolaan sampah dari pendekatan linear menuju ekonomi sirkular yang menempatkan sampah sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai.

“Implementasi EPR menjadi instrumen penting untuk memastikan produsen turut bertanggung jawab terhadap kemasan pascakonsumsi yang mereka hasilkan. Keberhasilan agenda ini membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri, pelaku pengelolaan sampah, dan masyarakat agar target pengurangan sampah nasional dapat tercapai secara efektif dan berkelanjutan," jelas Agus.

Sementara itu, Mira Buanawati, General Counsel and Head of Corporate Affairs PT Heinz ABC Indonesia, mengatakan, keberhasilan penerapan ekonomi sirkular tidak dapat dicapai satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah, industri, organisasi pengelola sampah, komunitas, hingga masyarakat menjadi faktor utama dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

"Kami percaya bahwa pengelolaan sampah yang berkelanjutan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi lintas sektor untuk membangun sistem yang mampu mendorong lebih banyak material kembali ke rantai daur ulang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi lingkungan," ujar Mira.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore