
ILUSTRASI. ESDM mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,2 triliun pada tahun anggaran (TA) 2027 untuk pembangunan jargas rumah tangga. (ANTARA)
JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,2 triliun pada tahun anggaran (TA) 2027 untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di berbagai daerah.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan bahwa anggaran tersebut dialokasikan untuk membangun hampir satu juta sambungan, atau tepatnya menyasar 959.232 sambungan rumah (SR).
"Program perluasan jargas rumah tangga multiyears contract (MYC) tahun anggaran 2026-2028 serta konsultan pengawas untuk 959.232 sambungan rumah sebesar Rp 5,2 triliun," kata Tri yang mewakili para Eselon I Kementerian ESDM dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, dikutip Senin (22/7).
Total Pagu Indikatif Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2027 telah ditetapkan sebesar Rp 27,33 triliun, berdasarkan Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas. Tri memaparkan, sebesar 82 persen dari total pagu atau senilai Rp 22,48 triliun diprioritaskan untuk belanja program strategis dan infrastruktur fisik.
Selain jargas rumah tangga, alokasi infrastruktur energi di sektor minyak dan gas bumi juga meliputi Rp 3,9 triliun untuk pembangunan satu ruas pipa gas bumi Dumai-Sei Mangkei (MYC 2025–2027).
Selanjutnya, kementerian juga mengalokasikan anggaran untuk satu ruas pipa transmisi gas Semarang-Solo-Jogja (MYC 2026–2028) sebesar Rp 702,3 miliar, serta satu ruas pipa transmisi gas Cirebon-Bandung (MYC 2026–2028) senilai Rp 577 miliar.
Pemerintah, menurut dia, terus mempercepat perluasan jargas rumah tangga sebagai salah satu strategi menekan ketergantungan pada impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemanfaatan jargas di dalam negeri saat ini masih relatif kecil dan baru tersedia di 86 kota/kabupaten. Padahal dari sisi efisiensi ekonomi, penggunaan jargas diklaim jauh lebih hemat hingga 40 persen dibandingkan dengan LPG tabung.
Guna mempercepat pemanfaatannya, pemerintah tengah mengebut integrasi infrastruktur pipa gas bumi dari Sumatra hingga Jawa, mencakup investasi strategis pada pembangunan pipa transmisi Cirebon–Semarang (Cisem) serta Dumai–Sei Mangkei (Dusem).

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
