
Ilustrasi lahan koperasi desa merah putih. (AI/RADAR SIDOARJO)
JawaPos.com - Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Mlati, Kabupaten Sleman kini dilaporkan menumpang di SDN Tlogoadi. Kondisi ini terjadi lantaran gedung yang dipakai akan digunakan sebagai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tlogoadi.
Dilansir dari Radar Jogja (Jawa Pos Grup), Korwil Pendidikan Mlati Nur Suharyanto menjelaskan, dulu SDN Tlogoadi ada dua sekolah, lalu setelah digabungkan menjadi satu sekolah saja. Ruang dan gedung yang tidak dipakai ini yang digunakan sebagai Kantor Korwil Pendidikan Mlati.
Saat itu, masih bernama Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pendidikan Mlati dan kantor ini direncanakan akan diambilalih oleh pemerintah kalurahan untuk digunakan sebagai ruko. Hanya saja saat itu terkendala izin karena alih fungsi fasilitas pendidikan menjadi tempat bisnis.
Sekarang, kembali diminta karena akan digunakan sebagai KDMP. "Tentu kami tidak bisa berbuat banyak. Harus dikosongkan dalam satu satu minggu," katanya dihubungi, Jumat (19/6).
Menurut Suharyanto, prosesi yang mendadak ini membuat pihak korwil harus menumpang sementara di SDN Tlogoadi. Untuk sementara berkas maupun mebel milik korwil disimpan di dalam gudang. Dia sebut gudang tersebut sebenarnya adalah tempat parkir para siswa.
Dia membenarkan salah satu opsi yang ditawarkan untuk Kantor Korwil adalah SDN Nglarang yang akan pindah karena terdampak tol dan masih ada sebagian bangunan tidak terdampak. Hanya untuk saat ini hal tersebut masih sebatas rencana. "Tapi itu masih rencana dan kadang-kadang bisa berubah," ujarnya.
Korwil sendiri memiliki tugas melayani pendidikan pada tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP. Baik terkait dokumen pelaporan, sumber daya manusia, hingga pembelajaran. Termasuk apabila ada keluhan dari sekolah, maka akan dilaporkan kepada korwil.
Secara struktur di dalamnya ada koordinator, pengawas tiap jenjang sekolah, penilik, hingga staf. Nur mengatakan, pelayanan di Mlati ini cukup tinggi lantaran jumlah sekolah yang banyak. Untuk jenjang TK ada 49, SD total ada 43, dan SMP 17 sekolah.
Dengan kondisi ini, mau tak mau pihaknya harus melakukan penyesuaian dengan berkoordinasi pada seluruh kepala sekolah terkait perpindahan lokasi ini. "Ada guru itu menunggu di depan, dikira korwil tutup dan belum ada orang. Padahal kami sudah standby sejak pukul 07.00," ujarnya.
Dia bercerita dulu Kantor Korwil Mlati pernah berada di Kalurahan Sendangadi, tetapi karena gedungnya diminta akhirnya pindah ke lokasi ini. Harapannya di lokasi Tlogoadi mereka bisa menempati secara permanen, tetapi ternyata harus pindah kembali.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
