
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Fajar Junaedi. (ANTARA)
JawaPos.com - Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Fajar Junaedi menekankan pentingnya komunikasi publik yang empatik dan transparan dari pemerintah di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat pada awal Juni 2026 supaya tidak ada kepanikan masyarakat. Fajar Junaedi mengatakan, komunikasi publik dalam situasi ketidakpastian ekonomi memiliki peran krusial setara dengan kebijakan fiskal dan moneter untuk meredam kepanikan masyarakat.
"Komunikasi yang diperlukan adalah komunikasi yang bisa menenangkan, bukan justru menambah kepanikan publik," kata Fajar, dikutip Selasa (16/6).
Ia menjelaskan, pelemahan rupiah saat ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik, seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendongkrak harga minyak dunia, penguatan dolar AS, pembayaran utang luar negeri, hingga kebutuhan musiman seperti ibadah haji.
Tanpa narasi yang jelas dari pemerintah, Fajar khawatir masyarakat akan mudah terpapar spekulasi yang memicu respons negatif, seperti "panic buying" atau penyebaran informasi yang tidak akurat di media sosial.
Mengacu pada "Situational Crisis Communication Theory" (SCCT), Fajar menyarankan pemerintah menerapkan strategi komunikasi akomodatif. Strategi ini menuntut kejujuran pemerintah dalam mengakui kondisi ekonomi saat ini disertai empati terhadap beban yang dirasakan masyarakat.
"Pernyataan yang jujur dan empatik jauh lebih efektif dibandingkan sekadar menyalahkan faktor eksternal atau menegaskan semuanya terkendali. Masyarakat dapat menerima kenyataan selama mereka merasa dipahami dan tidak dibohongi," katanya.
Selain aspek empati, Fajar menyoroti pentingnya konsistensi pesan di antara seluruh pemangku kebijakan, mulai dari presiden, menteri keuangan, hingga bank Indonesia dan menyarankan menunjuk juru bicara resmi yang memberikan pembaruan rutin mengenai cadangan devisa juga langkah intervensi pasar guna meredam rumor liar.
Terkait teknis penyampaian, ia mengimbau pemerintah menggunakan bahasa yang sederhana dan praktis, memberikan penjelasan yang solutif, seperti langkah-langkah konkret yang bisa dilakukan masyarakat, misalnya mendukung produk lokal dan menghindari spekulasi mata uang.
"Di tengah badai pelemahan rupiah, suara pemerintah yang jernih, empatik, dan solutif adalah benteng pertama menjaga stabilitas ekonomi. Jika dikelola dengan baik, situasi sulit ini justru bisa menjadi momentum memperkuat ketahanan ekonomi nasional," katanya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
