
Ekonom Bank Danamon Hosianna Evalita Situmorang memperkirakan, ruang kenaikan BI-Rate masih ada apabila nilai tukar rupiah masih tertekan. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ekonom Bank Danamon Hosianna Evalita Situmorang memperkirakan, ruang kenaikan BI-Rate masih ada apabila nilai tukar rupiah masih tertekan hingga di atas level Rp 18.200 per dolar AS serta defisit transaksi berjalan lebih dari 1,5 persen dari PDB.
“Ya bisa lanjut (kenaikan BI-Rate) kalau rupiah masih tertekan ke atas Rp18.200 (per dolar AS) dan current account deficit (defisit transaksi berjalan) melebar lebih dari 1,5 persen GDP,” kata Hosianna, dikutip Senin (15/6).
Secara umum, Hosianna memandang keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan BI-Rate dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan, pekan lalu, sebagai langkah positif dan pre-emptive untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Hal ini, catat dia, mengingat rupiah secara tahun kalender berjalan (year to date/ytd) sempat melemah hingga 8 persen terhadap dolar AS ketika nilai tukar rupiah mencapai Rp 18.190 per dolar AS, sehingga intervensi ini krusial untuk meredam risiko inflasi impor (imported inflation) beserta dampak rambatannya.
Hosianna juga mencatat kenaikan BI-Rate yang diumumkan pada hari ini langsung direspons positif oleh pasar, sebagaimana tercermin dari penguatan rupiah sebesar 0,7 persen ke level Rp 18.070 di pasar spot pada Selasa (9/6) siang.
“Selain itu, kebijakan ini diproyeksikan bakal mendongkrak daya tarik imbal hasil instrumen domestik,” kata Hosianna.
Pada Selasa (9/6), melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan, BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin (bps) sehingga kini berada pada level 5,5 persen.
Sejalan dengan itu, suku bunga deposit facility dan lending facility juga dinaikkan masing-masing sebesar 25 bps sehingga menjadi 4,50 persen dan 6,25 persen.
Dalam siaran persnya, BI juga mengumumkan langkah-langkah penguatan stabilisasi rupiah di antaranya kenaikan struktur suku bunga SRBI untuk seluruh, pemberian insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai bagi investor asing, pembukaan kembali window lelang instrumen repo bagi perbankan, serta peningkatan intensitas operasi moneter, baik rupiah maupun valuta asing.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022