
Peneliti Digital dan UMKM Institute for Development of Economic and Finance (INDEF), Nur Komaria dalam diskusi virtual, Minggu (14/6). (Youtube INDEF)
JawaPos.com - Peneliti Digital dan UMKM Institute for Development of Economic and Finance (INDEF), Nur Komaria, mengatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi atau jenis Pertamax berpotensi memberikan dampak terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Nur menjelaskan bahwa, kenaikan harga BBM hingga 32 persen menyebabkan respon negatif dari masyarakat dan memberikan tekanan terhadap aktivitas UMKM terutama pada aspek operasional, distribusi dan pelayanan.
“UMKM ini yang jelas paling terdampak adalah usaha, jasa, kurir, kemudian UMKM kuliner yang memberikan distribusi makanan dan sangat bergantung terhadap mobilitas seharian,” ujar Nur dalam diskusi virtual, Minggu (14/6).
Nur mengatakan, usaha harian berskala kecil yang memiliki jaringan distribusi juga rentan terhadap dampak dari kenaikan harga bahan bakar.
Ia menjelaskan, banyak pelaku UMKM di wilayah perkotaan menggunakan bahan bakar bensin, bukan solar, untuk mendukung aktivitas usahanya. Karena itu, perubahan harga BBM non-subsidi dinilai dapat memengaruhi struktur biaya operasional mereka.
Selain itu, kenaikan harga bahan bakar non subsidi juga akan mempengaruhi pola konsumsi dari konsumen UMKM yang berada di berada pada kelas menengah.
“Jika ada penurunan daya beli oleh kelas menengah, dan ini juga, mereka juga akan berpikir jika kenaikan ini dianggap signifikan sebanyak 32 persen, berarti ada pilihan untuk tetap menggunakan Pertamax atau bisa beralih ke Pertalite," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi atau Pertamax Series. Pada Rabu (10/6/2026) harga Pertamax naik menjadi Rp 16.250 dari Rp 12.300.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan, penyesuaian harga ini diputuskan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.
Roberth menjelaskan, penyesuaian harga BBM non subsidi mengikuti regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
