Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juni 2026 | 20.05 WIB

Kenaikan Harga Harusnya Tak Berdampak Besar, Kepala Bakom Qodari: hanya 5 Persen Ojol Pakai Pertamax

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari saat kunjungan ke kantor Redakai Jawa Pos Grup di gedung Graha Pena, Jakarta, Jumat (8/5/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari saat kunjungan ke kantor Redakai Jawa Pos Grup di gedung Graha Pena, Jakarta, Jumat (8/5/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI Muhammad Qodari menyebut para pengemudi ojek online (ojol) mayoritas menggunakan bahan bakar bersubsidi, Pertalite. Karena itu, dengan adanya penyesuaian harga pada Pertamax, mestinya tidak berpengaruh terhadap Ojol.

"Dari data riset yang saya baca, ojol yang menggunakan Pertamax itu hanya sekitar 5 persen. Artinya, 95 persen lainnya seharusnya tidak terpengaruh karena memang menggunakan Pertalite," ujar Qodari, ditulis Kamis (18/6).

Ia menjelaskan, penyesuaian harga Pertamax lebih banyak berdampak pada pengguna kendaraan yang masuk kategori masyarakat mampu atau yang memiliki daya beli lebih tinggi.

"Kalau kita bicara Pertamax, kan identik dengan mobil-mobil mewah, mobil-mobil bagus. Tapi kalau angkutan umum maupun mobil dengan kapasitas mesin rendah, umumnya menggunakan Pertalite yang disubsidi. Dan subsidi itu masih dipertahankan sampai sekarang, tidak ada kenaikan," katanya.

Arahkan BBM Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Meski demikian, Qodari mengingatkan agar dukungan terhadap kelompok masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM dilakukan secara tepat sasaran. Menurut dia, perlu dibedakan antara pengguna BBM bersubsidi dan pengguna BBM nonsubsidi.

"Jangan sampai pembelaan atau dukungan ini salah sasaran. Jangan sampai mendukung yang punya mobil mewah," ujar Qodari.

Ia menegaskan bahwa pemerintah selama ini membedakan kebijakan BBM berdasarkan kemampuan ekonomi masyarakat. BBM bersubsidi diberikan untuk membantu kelompok masyarakat kurang mampu dan sektor-sektor yang membutuhkan dukungan negara, sedangkan BBM nonsubsidi mengikuti harga keekonomian.

"Kita tahu BBM itu ada dua kategori. Ada yang disubsidi memang untuk kalangan yang tidak mampu atau kurang mampu. Tetapi Pertamax ini untuk kalangan yang mampu," lanjutnya.

Meski demikian, ia mengakui kenaikan harga Pertamax tetap memberikan dampak kepada para penggunanya. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore