Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juni 2026 | 03.27 WIB

DEN Klaim Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Baik Jauh Dibanding Kriris 1998

Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mochamad Firman Hidayat di Istana Kepresidenan, Selasa (9/6)/(Istimewa) - Image

Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mochamad Firman Hidayat di Istana Kepresidenan, Selasa (9/6)/(Istimewa)

JawaPos.com - Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mochamad Firman Hidayat mengeklaim bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih jauh lebih kuat dibandingkan saat krisis 1998.

Hal tersebut disampaikan usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/6).

"Kami sampaikan pada Bapak Presiden bahwa fundamental ekonomi kita dalam kondisi yang masih baik ya, bahkan jauh dibandingkan dengan kondisi krisis '98," ujar Firman.

Dijelaskan Firman, sejumlah indikator menunjukkan ketahanan ekonomi yang masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi yang stabil, hingga kondisi korporasi dan sektor perbankan yang dinilai sehat.

"Dari sisi perbankan kita juga bisa lihat Capital Adequacy Ratio dalam posisi di atas 25. Ini menunjukkan sistem perbankan kita cukup kuat," ujarnya.

Meski demikian, DEN mengingatkan adanya tekanan yang perlu diantisipasi. Menurut Firman, dampak perang global yang berkepanjangan, kenaikan harga energi dunia, serta pelemahan rupiah berpotensi mendorong kenaikan biaya produksi dan distribusi.

"Dan kalau teman-teman lihat kan IHK inflasi 3 persen, tapi IHPB itu di 5 persen, tapi IHPP itu di sekitar 7 persen. Dan ini yang perlu diantisipasi nanti di semester kedua. Tapi saya kira pemerintah sudah mempersiapkan langkah-langkahnya," kata Firman yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Bidang Percepatan Program Prioritas Ekonomi itu.

Dalam pertemuan tersebut, DEN juga menyampaikan pentingnya memperkuat kepercayaan pelaku ekonomi terhadap arah kebijakan pemerintah.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah komitmen menjaga defisit fiskal melalui efisiensi anggaran.

"Pak Presiden tadi menyampaikan efisiensi anggaran ini akan dilakukan termasuk untuk program-program prioritas seperti MBG. Jadi tadi angkanya cukup besar yang kita bisa hemat dari sisi MBG ya. Bahkan kita juga ada langkah-langkah untuk meningkatkan dari sisi penerimaan," ujarnya.

Usul Perkuat Cadangan Devisa

Selain menyampaikan gambaran serta masalah ekonomi saat ini, DEN mengusulkan sejumlah langkah untuk memperkuat cadangan devisa nasional.

Salah satunya melalui peningkatan remitansi pekerja migran Indonesia yang dinilai masih tertinggal dibandingkan negara lain seperti Filipina.

"Program-program Bapak Presiden untuk meningkatkan tenaga kerja migran yang berkualitas seperti perawat, electrician, dan segala macam itu bisa membantu meningkatkan devisa ke depan," kata Firman.

Sektor pariwisata juga dinilai memiliki ruang besar untuk mendongkrak pemasukan devisa. Firman mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara ASEAN.

"Tahun lalu sekitar 15 juta, Vietnam 20 juta, Thailand 30 juta, Malaysia 40 juta," ujarnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore