
ILUSTRASI: Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang,Sumatera Selatan. (Nova Wahyudi/Antara)
JawaPos.com - Sejumlah organisasi dunia usaha yang terdiri dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Indonesian Mining Association (IMA), Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA), Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), serta Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah memperbaiki tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) yang memiliki nilai strategis bagi perekonomian nasional.
"Kami memahami bahwa kebijakan ini bertujuan meningkatkan transparansi perdagangan, mencegah praktek under-invoicing dan transfer pricing, serta memastikan Devisa Hasil Ekspor (DHE) SDA memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional. Dalam semangat tersebut, seluruh asosiasi siap berperan sebagai mitra konstruktif Pemerintah,” bunyi pernyataan yang diterima JawaPos.com, Senin (1/6).
Meski mendukung arah kebijakan tersebut, asosiasi pelaku usaha menilai terdapat sejumlah aspek penting yang perlu menjadi perhatian agar implementasi aturan tidak mengganggu aktivitas industri dan ekspor nasional. Berikut diantaranya!
Menurut asosiasi, penerapan kebijakan sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan proses yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah juga diharapkan mempertimbangkan perbedaan karakteristik tiap sektor, mulai dari pertambangan, batu bara, nikel, ferro-nickel/ferro-alloy hingga kelapa sawit.
Masing-masing komoditas memiliki pola kontrak, rantai pasok, model pendanaan, dan karakter pembeli internasional yang berbeda. Karena itu, selama masa penyesuaian, kegiatan ekspor diharapkan tetap dapat berlangsung sesuai mekanisme yang telah berjalan saat ini, sembari memperkuat pengawasan serta integrasi sistem digital oleh pemerintah dan PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
Kalangan pengusaha juga menekankan pentingnya kepastian hukum terkait kontrak yang telah berjalan, termasuk perjanjian jangka panjang, skema pembayaran, pengapalan, hingga asuransi.
Selain itu, mereka menilai pemerintah perlu segera memberikan kejelasan mengenai kewajiban DHE, ketentuan Domestic Market Obligation (DMO), serta penerapan aturan terhadap berbagai skema perdagangan internasional, seperti perjanjian perdagangan bebas (FTA), kerja sama bilateral, maupun ketentuan yang berlaku di World Trade Organization.
Pedoman teknis yang rinci dan transparan dinilai penting untuk menjaga kepastian usaha sekaligus mempertahankan kepercayaan pasar global terhadap Indonesia sebagai pemasok utama berbagai komoditas.
Asosiasi berharap operasional DSI dijalankan dengan prinsip keterbukaan dan akuntabilitas yang tinggi tanpa menambah beban biaya baru bagi dunia usaha.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
