
Ilustrasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. (RianAlfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi membentuk Komite Kereta Cepat Jakarta Bandung. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 29 Tahun 2026 yang menggantikan Perpres Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat antara Jakarta dan Bandung.
"Dengan Peraturan Presiden ini dibentuk Komite Kereta Cepat Antara Jakarta dan Bandung yang selanjutnya disebut sebagai Komite," bunyi Pasal 3A dari Perpres tersebut, dikutip Sabtu (30/5).
Dalam aturan yang sama, Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.
Melalui aturan itu, AHY resmi menggantikan posisi Luhut Binsar Pandjaitan yang sebelumnya memimpin komite tersebut saat menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Adapun saat ini, Luhut menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Dalam susunan terbaru, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komite. Sementara itu, anggota komite terdiri atas Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Selanjutnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, serta Kepala Badan Pelaksana Danantara, Rosan P. Roeslani.
Menilik tugasnya, perpres tersebut menegaskan bahwa Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki kewenangan strategis dalam menangani berbagai persoalan yang muncul dalam proyek Whoosh, termasuk apabila terjadi kenaikan biaya atau cost overrun.
Selain itu, komite juga bertugas menyepakati dan menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi kewajiban perusahaan patungan yang terlibat dalam proyek tersebut, termasuk perubahan porsi kepemilikan dan penyesuaian berbagai persyaratan yang diperlukan.
Selanjutnya, komite juga berwenang menetapkan bentuk dukungan pemerintah guna mengatasi kewajiban perusahaan patungan apabila terjadi pembengkakan biaya proyek.
Salah satunya, dengan dukungan berupa rencana penyertaan modal negara (PMN) kepada pimpinan konsorsium badan usaha milik negara yang menangani proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, maupun pemberian penjaminan pemerintah atas kewajiban konsorsium BUMN apabila diperlukan untuk memenuhi kebutuhan modal proyek.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Argentina Mengajukan Permintaan Khusus kepada FIFA Sebelum Melawan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
